Tragedi Kerusuhan Kanjuruhan
Tragis, Kapolda Jatim Ungkap Penyebab Suporter Tewas di Stadion Kanjuruhan, Polisi Ikut Jadi Korban
Tragis, Kapolda Jatim: Korban Tewas di Stadion 34 Orang, Sisanya Meninggal di RS, 180 Lainnya Masih Dirawat. Terungkap Penyebabnya.
TRIBUN-MEDAN.COM - Kabar terbaru, laporan dari Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak, menyebutkan sudah ada 174 nyawa yang hilang di tragedi Kanjuruhan.
Kerusuhan suporter terjadi usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.
Kerusuhan suporter ini kembali mencoreng dunia sepak bola Indonesia.
Seperti diketahui, akibat kerusuhan suporter tersebut, dilaporkan ada ratusan korban meninggal dunia.
Bahkan, dua korban tewas di antaranya adalah anggota Polri.
Baca juga: NGERI 174 Orang Meninggal Akibat Tragedi Maut Kerusuhan di Kanjuruhan usai Laga Arema vs Persebaya

Sebelumnya, dalam keterrangan lebih awal dari Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, ada sebanyak 34 korban meninggal di dalam Stadion Kanjuruhan, sisanya meninggal di rumah sakit.
Sementara korban yang masih dalam perawatan di rumah sakit sebanyak 180 orang.
"Dalam peristiwa tersebut 127 orang meninggal dunia. Dua di antaranya anggota Polri.
Yang meninggal di stadion ada 34, sisanya di rumah sakit saat upaya proses penolongan.
Selain itu, 180 orang masih dalam proses perawatan dilakukan upaya penyembuhan," ungkap Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta Karo Karo.
Lebih lanjut, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta menduga kuat salah satu penyebab jatuhnya korban lantaran kehabisan oksigen akibat berdesakan.
"Suporter keluar di satu titik. Kalau gak salah di pintu 10 atau pintu 12.
Disaat proses penumpukan itu terjadi berdesakan sesak napas dan kekurangan oksigen.
Tim gabungan sudah melakukan upaya penolongan dan evakuasi ke rumah sakit," jelasnya.
Nico Afinta menjelaskan, biang kericuhan diduga dipicu rasa kekecewaan sejumlah suporter terhadap hasil kekalahan melawan Persebaya dengan skor 3-2.