Breaking News:

News Video

Bentrok Warga dengan PTPN II Kebun Melati Sergai, 5 Warga Alami Kekerasan

Kericuhan ratusan orang yang melibatkan warga dari kelompok tani Terbit Terang dengan pihak PTPN II, afdeling kebun Melati

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN. com, SERGAI - Kericuhan ratusan orang yang melibatkan warga dari kelompok tani Terbit Terang dengan pihak PTPN II, afdeling kebun Melati terjadi pada Senin (3/10/2022). Dalam insiden itu lima orang warga mengalami aksi kekerasan yang dilakukan pihak perkebunan.

Kericuhan itu bermula ketika pihak PTPN II mengerahkan ratusan karyawan untuk mencabuti tanaman warga yang berada di afdeling II kebun Melati PTPN II Kebun di Desa Melati, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai.

"Jadi awalnya ada ratusan orang pihak perkebunan yang mencabuti tanaman di lahan pelepasan HGU PTPN II. Ratusan orang itu kemudian merubuhkan pos warga yang ada di sana," kata Novtrakapta Putra Kaban, kuasa hukum kelompok tani Terbit Terang, Senin (3/10/2022) sore.

Warga yang tidak terima dengan tindakan PTPN II kemudian terlibat aksi dorong. Saat itulah sejumlah orang dari pihak perkebunan melakukan pemukulan terhadap sejumlah warga.

"Ada lima orang warga yang mengalami aksi kekerasan ada yang dipukul ditendang oleh pihak perkebunan," sambung dia.

Akibat kejadian itu, lima orang warga mengalami rasa sakit pada bagian pinggang dan kepala. Novtra mengatakan, warga mengalami pemukulan dan ditendang oleh pihak perkebunan.

"Ada yang ditendang dipukul dan membuat pinggang dan kepala warga kesakitan," katanya.

Menurut Novtra, lahan tersebut merupakan lahan pelepasan HGU PTPTN II berdasarkan surat SKT nomor 42 tahun 2020 yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional.

Dalam SK tersebut menjelaskan bahwa HGU kebun Melati diserahkan kepada warga sebanyak 30 hektare.

"Dari SK itu sebanyak 8 hektare itu sudah dikelola oleh masyarakat sementara yang 22 hektare itu dikelola oleh kelompok tani Terbit Terang dan ditanami warga dengan pohon pisang dan ubi," kata dia.

"Tapi dari kemarin sudah kami minta HGU tidak perna diberikan, kenapa kami minta biar kami bisa menggugat secara perdata," sambung Novtra.

Atas kejadian pemukulan dan pengerusakan lahan warga tersebut, Novtra dan sejumlah warga kemudian melaporkan pihak perkebunan PTPN II ke Polres Serdang Bedagai. Dia berharap agar polisi segera menindaklanjutinya laporan tersebut.

"Karena itu kami melaporkan hari ini pihak PTPN II atas tindakan kekerasan dan pengerusakan yang mereka lakukan ke Polres Sergai. Kami minta agar polisi segera menindaklanjutinya laporan kami," tutup dia.

(cr17/www.tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved