Sosok

SOSOK Hujrah, Sulap Sampah Menjadi Berkah di Kampung Nelayan

Sosok Hujrah, seorang ibu rumah tangga yang juga merupakan seorang volunteer di Kampung Nelayan.

Tribun Medan/Husna Fadilla Tarigan
Hujrah, seorang volunteer di Kampung Nelayan Seberang yang mendirikan bank sampah dalam upaya membebaskan areal tersebut dari tumpukan sampah. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sosok Hujrah, seorang ibu rumah tangga yang juga merupakan seorang volunteer di Kampung Nelayan.

Hujrah volunteer yang berjuang membebaskan Kampung Nelayan dari tumpukan sampah. 

Cara membebaskan Kampung Nelayang terbebas dari tumpukan sampah, Hujrah pun membangun bank sampah.

Baca juga: Sosok Akbar Buchari, Anak Medan yang Sukses Sebagai Pengusaha dan Politisi, Pemilik Bus Kurnia

Kini bank sampah tersebut tak hanya menjadi solusi untuk mengendalikan sampah di sana, namun juga menjadi harapan bagi warga sekitar agar ketika menjaring ikan, tak ada lagi mendapatkan sampah. 

"Bapak-bapak di sini kan semuanya nelayan, jadi kalau mereka pulang ngambe/kerja cari udang, cari ikan, itu yang campur di sana sampah, yang masuk di dalam jaring mereka," ujar Hujrah, Senin (3/10/2022).

Tak sendiri, Hujrah mendirikan bank sampah bersama Samudra Mikail.

Ide membuat bank sampah ini mulai ia kerjakan sejak tahun 2014 hingga sekarang. 

Sebagai wujud edukasi, Hujrah mengajak anak-anak dan warga sekitar untuk menabung sampah agar bisa dikirim ke pengepul guna didaur ulang. 

Tak hanya itu Hujrah pun kerap mengedukasi warga tentang dampak sampah yang merusak lingkungan. 

Uniknya, warga juga bisa membayar biaya sekolah anak-anak di Paud Al-Hijrah Kampung Nelayan dengan sampah. 

Di Paud ini, Hujrah selalu mengajarkan anak-anak tentang cinta lingkungan dan budi pekerti. 

"Sekarang jadi pada giat mengumpulkan sampah, jika ketemu di tengah laut juga diambil dikumpulkan dan diantar ke pengepul sampah. Syukur Alhamdulillah disini mulai sadarlah masyarakat Kampung Nelayan Seberang ini akan sampah," tuturnya. 

Kini sudah ada lima titik bank sampah yang ada di Kampung Nelayan.

Baca juga: SOSOK Butet Manurung, Wanita Batak di Balik Berdirinya Sokola Rimba, Namanya Sudah Mendunia

Untuk diketahui, Kampung Nelayan merupakan permukiman tidak terencana yang berada di pesisir pantai Medan Belawan. 

Dulunya, Kampung Nelayan hanya merupakan kawasan hutan bakau dan rawa-rawa saja. Namun, pada tahun 1994, pemerintah mendirikan 80 rumah panggung gratis bagi para nelayan di daerah Belawan. 

Sejak saat itu Kampung Nelayan berkembang pesat, kini penduduknya sudah mencapai 800 kepala keluarga yang mendiami areal tersebut. 

Lokasi Kampung Nelayan yang merupakan Hilir aliran sungai dari kota Medan menjadikannya tempat yang dipenuhi dengan timbunan sampah. 

(cr26/tribun-medan.com) 

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved