News Video

Hingga Malam Puluhan Warga Bertahan di Kantor DPRD Sergai Usai Bentrok Lahan dengan PTPN II

Puluhan warga dari kelompok tani Terbit Terang, yang ada di Desa Bingkat, Kec. Pegajahan, Kab. Serdang Bedagai yang terlibat kericuhan dengan PTPTN II

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Puluhan warga dari kelompok tani Terbit Terang, yang ada di Desa Bingkat, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai yang terlibat kericuhan dengan PTPTN II, pada Senin (3/10/2022) siang memilih bertahan di kantor DPRD Serdang Bedagai.

Puluhan orang yang terdiri dari perempuan dan laki laki tampak duduk di depan gerbang kantor DPRD Sergai. Langkah itu mereka lakukan untuk meminta perlindungan kepada DPRD menyusul konflik lahan yang berujung bentrok dengan pihak PTPN II.

Bambang salah seorang warga mengatakan mereka memilih menginap di DPRD Sergai untuk meminta perlindungan.

"Tadi karena sempat bentrok kami warga sedikit takut untuk pulang, jadi setelah memberikan laporan ke Polres Sergai kami sengaja tidur di sini untuk meminta perlindungan oleh DPRD dan pihak kepolisian," kata Bambang.

Sementara itu Erna warga lain mengaku was was untuk kembali pulang. Hal itu lah yang membuat dia bersama anaknya balitanya rela bertahan di kantor DPRD Sergai hingga larut malam.

Erna mengatakan, merasa tertekan dengan tindakan bentrokan antara warga dengan pihak perkebunan yang terjadi pada siang tadi.

"Karena kami takut mau pulang was was takutnya kami nanti ada intimidasi oleh PTPN II apalagi meraka ramai sekali. Makanya kami milih tinggal di sini untuk malam ini," kata dia.

"Kalau kami kesini berharap agar DPRD bisa mendengar kami dan memberikan perlindungan kami merasa tertekan sekali," kata dia.

Puluhan warga yang memilih bertahan di kantor DPRD pun kemudian ditemui oleh Ketua DPRD Sergai, Rizky Hasibuan.

Warga kemudian berdialog dengan Rizky terkait persoalan dan intimidasi yang mereka rasakan.

"Tadi kita sudah bicara dengan perwakilan masyarakat dan kita telah mendengarkan keluhan mereka dan tadi mereka bersedia kembali dengan alasan kesehatan kepada warga yang ingin menginap di sini," kata Rizky.

Usai berdiskusi dengan Rizky, puluhan masyarakat Desa Bingkat pun kemudian kembali ke rumah masing-masing. Rizky mengatakan, ke depan DPRD akan mempertemukan warga dengan PTPN II.

"Setelah tadi kita berdiskusi mereka kembali pulang dan kedepan kita akan undangan pihak PTPTN II untuk berdiskusi terkait persoalan tersebut," tutup dia.

Sebelumnya kericuhan warga dari kelompok tani Terbit Terang dengan pihak PTPN II, afdeling kebun Melati terjadi pada Senin siang. Dalam insiden itu lima orang warga mengalami aksi kekerasan yang dilakukan pihak perkebunan.

Kericuhan itu bermula ketika pihak PTPN II mengerahkan ratusan karyawan untuk mencabuti tanaman warga yang berada di afdeling II kebun Melati PTPN II Kebun di Desa Melati, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai.

Warga yang tidak terima dengan tindakan PTPN II kemudian terlibat aksi dorong. Saat itulah sejumlah orang dari pihak perkebunan melakukan pemukulan terhadap sejumlah warga.

Akibat kejadian itu, lima orang warga mengalami rasa sakit pada bagian pinggang dan kepala. Warga pun kemudian melaporkan kasus pengerusakan dan pemukulan itu ke Polres Sergai.

(cr17/www.tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved