Berita Seleb
INILAH Daftar 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Termasuk Kabag Ops Polres Malang dan Danki Brimob
Polisi telah menetapkan enam orang tersangka tragedi Kanjuruhan Malang usai laga Arema vs Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022 lalu.
TRIBUN-MEDAN.com - Polisi telah menetapkan enam orang tersangka tragedi Kanjuruhan Malang usai laga Arema vs Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022 lalu.
Pemerintah telah membentuk tim untuk mencari penyebab dan tersangka kerusuhan yang menyebabkan 131 orang meninggal dunia.
Berikuti ini daftar tersangka yang telah ditetapkan oleh Kapolri atas tragedi Kanjuruhan beberapa waktu lalu.
Kerusuhan di stadion Kanjuruhan beberapa waktu lalu, menyebabkan banyak korban meninggal dunia.
Atas kejadian di Kanjuruhan tersebut, Kapolri pun telah melakukan gelar perkara dan menyelidiki berbagai alat bukti.
Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, Kapolri resmi menetapkan 6 tersangka dalam kasus kerusuhan yang terjadi di Kanjuruhan.
Dikutip dari Instagram @divisihumaspolri, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo M. Si telah mengumumkan data para tersangka pada hari ini (7/10/2022).
Baca juga: Imbas Prank KDRT, Baim Wong dan Paula Verhoeven Terancam 12 Tahun Penjara, Dijerat Pasal Berlapis
Baca juga: Detik-detik Pelaku Curi Hp Masuk Rumah Sambil Memperlihatkan Alat Vital
Daftar Tersangka Tragedi Kanjuruhan:
1. AHL (Direktur Utama PT LIB)
AHL dijatuhi sangkaan Pasal 359 dan 360 dan juga Pasal 103 Jo pasal 52 Undang-Undang RI Nomor 11 tahun 2002 tentang Keolahragaan.
AHL seharusnya bertanggung jawab memastikan setiap stadion memiliki sertifikasi layak fungsi.
Tetapi saat menunjuk stadion LIB, persyaratan fungsinya belum dicukupi dan menggunakan syarat verifikasi tahun 2020.
2. AH (Ketua Panpel)
Tersangka berinisial AH ini terkena sangkaan Pasal 359 dan 360 dan juga Pasal 103 Jo Pasal 52 Undang-Undang RI Nomor 11 tahun 2002 tentang Keolahragaan.
AH merupakan pihak pelaksana koordinasi penyelenggaraan pertandingan yang bertanggung jawab pada LIB.
Pada Pasal 3, Panpel seharusnya bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kejadian.
Dari kasus ini ditemukan bukti bahwa pihaknya tidak membuat dokumen keselamatan dan keamanan bagi penonton Stadion, sehingga melanggar pasal 6 No. 1 regulasi keselamatan dan keamanan.
Seharusnya panpel wajib membuat peraturan keselamatan dan keamanan atau panduan keselamatan dan keamanan.
Pihak Panpel diketahui juga mengabaikan permintaan dari keamanan dengan kondisi dan kapasitas stadion yang ada, terjadi penjualan tiket over capacity, seharusnya 38.000 penonton, namun dijual sebesar 42.000 (penonton).
Panitia pelaksana juga menolak untuk mengubah jadwal pelaksanaan menjadi pukul 15.30 WIB dengan pertimbangan faktor keamanan, dengan alasan apabila waktunya digeser tentu akan ada pertimbangan terkait masalah penayangan langsung, ekonomi dan sebagainya yang mengakibatkan terjadinya penalti atau ganti rugi.

3. SS (Security Officer)
SS terkena sangkaan Pasal 359 dan 360 dan Pasal 103 Jo Pasal 52 Undang-Undang RI Nomor 11 tahun 2002 tentang Keolahragaan.
Dimana SS tidak membuat dokumen penilaian risiko, bertanggung jawab terhadap dokumen resiko untuk semua pertandingan.
Ia juga memerintahkan steward meninggalkan pintu gerbang pada saat terjadi insiden.
4. WSS (Kabag Ops Polres Malang)
5. H (Danki III Yon A Brimob Polda Jatim)
6. PSA (Kasat Samapta Polres Malang).
Seluruh tersangka dijerat pasal 359 dan 360 KUHP dan Pasal 103 Jo Pasal 52 RUU No. 11 Tahun 2022 tentang keolahragaan.
Hingga kini pihak kepolisian masih terus melakukan penelusuran.
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si., memastikan akan mengusut tuntas kasus tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
“Kemudian terkait dengan proses penyidikan kita telah memeriksa 48 orang saksi, meliputi 26 orang personel Polri, 3 orang penyelenggara pertandingan, 8 orang steward, 6 saksi di sekitar saksi dan 5 orang korban. Masih melakukan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan,” ucap Kapolri saat konferensi pers di Mapolres Malang, Jawa Timur, Kamis (6/10).
Pihak kepolisian juga akan bekerja sama dengan Kejaksaan Agung untuk menyelesaikan kasus ini.
Baca juga: Perampok yang Ngaku Anggota Polda Sumut Ternyata Bertugas di Polrestabes Medan
Baca juga: Update Gempa Tarutung, Titik Gempa Kian Dangkal, Terbaru di Kedalaman 10 Km Daerah Sipoholon
(*)
Berita sudah tayang di tribunnews.com