News Video

Sebut Fakarich Tak Terbukti Bersalah, PH Ajukan Pledoi Dalam Sidang Pekan Depan di PN Medan

Penasihat Hukum (PH) Stela Guntur menyebut kliennya Fakar Suhartami Pratama alias Fakarich tidak terbukti bersalah.

Penulis: Edward Gilbert Munthe | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Penasihat Hukum (PH) Stela Guntur menyebut kliennya Fakar Suhartami Pratama alias Fakarich tidak terbukti bersalah.

Stela ketika dimintai keterangan menyebut Fakarich tidak terbukti bersalah didalam persidangan.

Menurutnya, kerugian yang dialami para saksi mereka lakukan secara sadar tanpa adanya paksaan.

"Terhadap kerugian-kerugian saksi tersebut, dapat dikatakan semua saksi melakukan trending secara sadar," kata Stela kepada Tribun Medan, Kamis (6/10/2022).

Ditambahkan Stela, para saksi mendapat kerugian saat melakukan treding Binomo karena tidak mengikuti apa yang sebenarnya diajarkan oleh terdakwa Fakar.

"Para saksi setelah melakukan deposito ada yang mendapatkan profit, namun mereka tidak mengikuti ajaran dari terdakwa Fakar yang mengajarkan untuk tidak serakah. Alhasil, karena tidak senang dengan hasil tersebut mereka terus menerus lakukan deposit dan membebankan semuanya kepada Fakar ," tambahnya.

Stela juga mengatakan, kalau terdakwa Fakar selalu mengingatkan kepada seluruh trader (pemain tranding) untuk tetap mengontrol keuangan mereka.

"Padahal Fakar tidak pernah memaksa mereka melakukan deposit secara terus menerus, malahan Fakar selalu mengatakan harus mengontrol keuangan," ucapnya.

Disinggung terkait adanya nota pembelaan yang diberikan hakim, pengacara guru trending tersebut mengaku akan melakukan pledoi dalam sidang pekan depan.

"Ya kami akan lakukan pledoi," sebutnya.

Ketika diminta sedikit bocoran mengenai pledoi yang akan dilakukan, Stela mengaku akan mengarahkannya seperti yang dikatakan oleh saksi ahli yang sebelumnya mereka hadirkan dalam persidangan.

"Pledoi kedepannya kami akan arahkan kalau terhadap ini adalah hoax, dan kami akan menyesuaikan dengan saksi ahli Dr Mahmud Mulyadi yang kami datangkan menyatakan hoax itu adalah berita bohong, karena secara ITE itu biasanya terhadap konsumen, sedangkan kalau disini para saksi tersebut sepertinya bukan konsumen melainkan trader," bebernya.

Diketahui sebelumnya, Fakarich dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar rupiah oleh Jaksa Penutut Umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Dalam tuntutannya, Jaksa menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pindana dengan sengaja tanpak hak, menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik menerima atau menguasai.

Jaksa penuntut menilai, perbuatan Fakarich terbuki melanggar Pasal 45A ayat 1 Jo Pasal 28 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

(cr28/www.tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved