Khazanah Islam

SEJARAH Maulid Nabi Muhammad SAW, Ustaz Abdul Somad Ceritakan Awal Mula Perayaannya

Terhitung mulai maghrib Jumat 7 Oktober 2022 sudah memasuki 12 Rabiul Awal 1444 Hijriyah. Setiap 12 Rabiul Awal merupakan hari

Editor: Dedy Kurniawan
Ho/ Tribun-Medan.com
Ustaz Abdul Somad Ceramah 

TRIBUN-MEDAN.com - Terhitung mulai maghrib Jumat 7 Oktober 2022 sudah memasuki 12 Rabiul Awal 1444 Hijriyah.

Setiap 12 Rabiul Awal merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Rabiul Awal 1444 Hijriyah sudah terhitung sejak 27 September 2022.

Ustadz Abdul Somad menceritakan awal mulai dilaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad
Nabi Muhammad (Ist)

Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad menyampaikan, Maulid pertama kali dibuat Raja al Muzhaffar Abu Sa'id Kukbury Ibn Zainiddin Ali Ibn Baktakin yang wafat 630 H.

Baca juga: DAHSYATNYA Zikir Hasbunallah Wanikmal Wakil, Keistimewaan Ini Pernah Dibuktikan Nabi Ibrahim

Baca juga: ARTI Al Ghoniyu 99 Asmaul Husna, Lengkap Keutamaan Mengamalkannya, Termasuk Penarik Rezeki


 
Sebab pendapat ini sumbernya jelas dan terpercaya yaitu dari kitab yang ditulis Imam As Suyuthi "al Hawy li al Fatawy" juz 1 halaman 272.

Siapa Raja al Muzhaffar Abu Sa'id Kukbury Ibn Zainiddin Ali Ibn Baktakin?

Ustadz Somad menyampaikan, menurut Ibnu Katsir, Raja al Muzhaffar merupakan seorang raja yang pemberani, cerdas, berilmu dan adil.

Raja al Muzhaffar pernah memberikan 1000 dinar atau sekitar Rp 2,5 Miliar kepada Syaikh Abu al Khattab bin Dihyah, penulis kitab at Tanwir fi Maulid al Basyir an Nadzir.

Imam Sabth Ibnu al Jauzi menyatakan, Raja al Muzhaffar bersedekah waktu maulid, lima ribu kambing panggang, 10 ribu ekor ayam, seratus kuda, seratus ribu keju 30 ribu piring manisan.

Baca juga: Rutin Baca Surat Al Mulk, Rahasia Keistimewaan Luar Biasa Dijelaskan Nabi Muhammad

Baca juga: 7 BACAAN Sholawat Nabi Muhammad, Miliki Keistimewaan Masing-masing, Termasuk Pendatang Rezeki


Adapun isi dari acara Maulid sendiri, yang pertama, membaca al Quran, kemudian membaca kisah riwayat nabi muhammad SAW dan terakhir makan.

"Orang yang melakukannya dapat pahala, kenapa? Karena dia mengangungkan Nabi dan menunjukkan kebahagiaan," kata Ustadz Somad.

Hukum Maulid Nabi Muhammad SAW

Ustadz Abdul Somad dalam buku 37 Masalah Populer mengatakan, dalam Fatâwa al-Azhar dinyatakan oleh Syekh ‘Athiyyah Shaqar bahwa menurut Imam al-Suyuthi, al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dan Ibnu Hajar al-Haitsami memperingati maulid nabi itu baik, meskipun demikian mereka mengingkari perkara-perkara bid’ah yang menyertai peringatan maulid.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved