Berita Medan
3 Oknum Polisi Polrestabes Medan Merampok, Korban : Diduga Merupakan Sindikat dan Sering Beraksi
Dari informasi yang diperolehnya, Benny mengaku bahwa yang ditangkap memang benar para pelaku yang waktu itu hendak merampas sepeda motornya.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Benny Sembiring, korban percobaan perampokan yang melibatkan tiga personel Polrestabes Medan menduga, bahwa para pelaku merupakan sindikat dan sering beraksi.
Dirinya telah mendapatkan kabar soal penangkapan empat dari lima pelaku.
Dari informasi yang diperolehnya, Benny mengaku bahwa yang ditangkap memang benar para pelaku yang waktu itu hendak merampas sepeda motornya.
"Sudah dapat informasi nya, hari Kamis sore. Dari sekilas foto saya sudah melihat itu, benar," kata Benny kepada TribunMedan, Senin (10/10/2022).
Ia membeberkan, pasca kejadiannya viral banyak yang menghubunginya dan mengadukan mendapatkan nasib yang sama.
Bahkan, beberapa diantaranya motornya sempat diambil oleh para pelaku.
Baca juga: Mayjen TNI Sonny Aprianto Perintahkan Oknum TNI yang Memukuli Satpam di Bali Diproses Hukum
"Bukan saya saja yang dibuat begitu, ada beberapa orang yang mengaku kepada saya dengan kejadian serupa. Ada beberapa orang yang mengalami hal yang sama, ada motor PCX, NMAX ada Vario yang dibawa," sebutnya.
Benny menduga, bahwa para pelaku ini memiliki sindikat mengatasnamakan institusi kepolisian.
"Diduga mereka sudah sindikat dengan penadahnya. Sindikat mengatasnamakan polisi," bebernya.
Ia pun berharap agar pihak kepolisian bisa membongkar dugaan sindikat perampokan dengan modus ingin membeli kendaraan ini.
"Harapan saya, bukan hanya pelakunya yang ditangkap, tapi penadahnya juga. Mereka sudah sindikat dengan penadahnya," ungkapnya.
Selain itu, Benny juga meminta agar para pelaku ini tidak hanya di proses secara kode etik Polri, tetapi juga diproses dengan hukuman pidana atas perbuatannya.
"Harapan saya juga, jangan hanya kode etik nya yang dilihat. Tapi tindak pidananya," tuturnya.
Lebih lanjut, dikatakannya ia dan keluarga juga meminta agar pihak kepolisian memperhatikan nasib dari korban yang kini masih butuh perawatan medis.
"Kepada Kapolrestabes dan Kapolda tolong lihat nasip korbannya, jangan sibuk kode etik, kode etik. Perhatikan juga korban," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Tampang-para-pelaku-memakai-baju-saat-digelandang.jpg)