SAPMA IPK Methodist Indonesia Gelar Bakti Sosial

Satuan Pelajar Mahasiswa Ikatan Pemuda Karya (SAPMA IPK) Universitas Methodist Indonesia menggelar Bakti Sosial Peduli Lingkungan, Senin (24/10).

Tribun Medan/Husna Fadilla Tarigan
Satuan Pelajar Mahasiswa Ikatan Pemuda Karya (SAPMA IPK) Universitas Methodist Indonesia menggelar Bakti Sosial Peduli Lingkungan, Senin (24/10). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Satuan Pelajar Mahasiswa Ikatan Pemuda Karya (SAPMA IPK) Universitas Methodist Indonesia menggelar Bakti Sosial Peduli Lingkungan, Senin (24/10).

Kegiatan ini merupakan bentuk edukasi kepada mahasiswa di lingkungan kampus, agar peduli terhadap lingkungannya terkait membuang sampah pada tempatnya.

Ketua Komisariat SAPMA IPK Methodist Indonesia Marihot Sihotang beserta Sekjen Komisariat Universitas Methodist Indonesia Tommy Marpaung menyampaikan, tujuan kegiatan ini adalah untuk menyampaikan kepada teman-teman mahasiswa, agar peduli dari hal kecil terlebih dahulu.

“Di sini kami menunjukkan kepada teman-teman yang lain, bahwasanya untuk memberi dampak kepada masyarakat itu harus dimulai dari hal kecil, yakni lingkungan terdekat kita, salah satunya peduli sampah. Dengan begini harapannya masyarakat methodist khsusunya bisa nyaman dengan lingkungan belajar yang bersih terbebas dari sampah,” ujarnya.

Sekretaris DPD IPK Kota Medan Yunuz Ginting menyampaikan harapannya agar kegiatan semacam ini juga akan disusul oleh komisariat lainnya, tak hanya Methodist.

SAPMA IPK Methodist
Kegiatan ini merupakan bentuk edukasi kepada mahasiswa di lingkungan kampus, agar peduli terhadap lingkungannya terkait membuang sampah pada tempatnya.

“Acara ini pertama kali dibuka oleh SAPMA Methodist, jadi harapannya bahkan harus dilaksanakan oleh setiap SAPMA kampus lainnya,” tutur Yunuz.

JM Hutapea, salah satu dosen dan mantan Wakil Rektor III UMI selaku Pembina SAPMA IPK Methodist menyampaikan, kegiatan sosial merupakan salah satu program kerja organisasi.

“Kegiatan seperti ini merupakan program kerja organisasi ya, saya pribadi beranggapan hal ini penting, bagaimana kita mau mengubah image yang selama ini masyarakat atau dunia kampus memandang negatif terhadap OKP ini, itu sebabnya saya selaku penasehat ingin mengubah paradigma tersebut. Bahwa tidak selamanya organisasi tersebut tanda kutip jelek. Saya mengimbau kepada adik-adik ini, sebagai generasi penerus bangsa belajar berorganisasi itu penting dan lakukan apa yang bisa dibuat kepada masyarakat,” ujar JM Hutapea.

JM Hutapea juga menyampaikan, sebelumnya kegiatan sejenis sudah dilakukan, yakni penaburan benih ikan di Kabupaten Samosir sebanyak 5.000 bibit ikan.

“Sebelumnya juga SAPMA IPK Methodist ini sudah melakukan kegiatan penaburan benih ikan di Samosir sebanyak 5.000 bibit ikan,” tutupnya. (cr26/Tribun-Medan.com)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA
    Komentar

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved