Viral Medsos

KETIKA Arab Saudi Rayakan Halloween 2022 dan Larang Maulid Nabi Muhammad

Sebelumnya, Arab Saudi melarang segala bentuk perayaan, termasuk Maulid Nabi Muhammad dan festival Halloween karena disebut bid'ah.

Editor: AbdiTumanggor
AN Photo/Saleh AlGhannam/ Via Tribunnews.com
Perayaan Halloween di Kota Riyadh, Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi kini mengizinkan perayaan Halloween. 

Proses pembangunan dimulai pada tahun 2018 dengan luas total mencapai 334 kilometer persegi. Bahkan, taman hiburan bernama Qiddiya tersebut digadang-gadang bakal menyaingi Walt Disney di Florida, AS dan diperkirakan akan menjadi taman hiburan terbesar di dunia pada 2030.

Selain taman hiburan, ada pula berbagai fasilitas olahraga yang akan menggelar berbagai kompetisi internasional, akademi pelatihan, trek gurun, rekreasi air dan salju, serta petulangan alam dan taman safari.

Qiddiya menjadi salah satu langkah pemerintah Arab Saudi untuk mengurangi ketergantungan akan minyak.

Kehadiran destinasi wisata yang berjarak 40 kilometer dari Riyadh ini juga menargetkan 8 juta pengunjung dari sekitar Riyadh dan 45 juta pengunjung dari kawasanTeluk Arab.

5. Konser

Upaya lain yang dilakukan untuk meningkatkan industri hiburan di negara itu adalah dengan menggelar berbagai konser.

Pada Januari 2017, salah seorang ikon musik dunia Arab yang dijuluki 'Paul McCartney-nya Arab Saudi' yakni Mohammed Abdu menggelar konser di Jeddah. Acara tersebut merupakan konser besar pertama dalam tujuh tahun terakhir di Jeddah.

Kemudian, berturut-turut negara itu kembali menggelar konser, salah satunya adalah konser boyband asal Korea Selatan, BTS.

6. Membangun industri film

Sejumlah langkah lain dilakukan Pemerintah Arab Saudi dalam upaya mengembangkan sektor hiburan dan pariwisata. Salah satunya adalah menggelar konferensi perfilman.

Konferensi tersebut akan mengumpulkan para perintis industri hiburan dunia yang tertarik dengan investasi dan peluang pertumbuhan di sektor hiburan.

Bahan, konferensi ini dihadiri oleh pelaku bisnis film dunia, termasuk tiga orang aktor kelas atas seperti Jason Momoa, Jean Claude van Damme dan Jackie Chan.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Otoritas Hiburan Umum Saudi bekerja sama dengan JOy Forum.

"Orang-orang bisa bepergian dan menghabiskan uang mereka di lar Arab Saudi untuk memperoleh hiburan. Namun kami ingin membawa itu semua kemali ke kerajaan dan membuat sebanyak mungkin pilihan," ujar CEO Otoritas Hiburan Umum Arab Saudi, Amr Banaja.

7. Perempuan Boleh Menyetir Mobil

Pada 24 Juni 2018, Riyadh mengumumkan pencabutan larangan bagi wanita untuk mengemudikan mobil yang berlangsung selama beberapa dekade terakhir.

Sebagai langkah awal, Arab Saudi dilaporkan menerbitkan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi 10 perempuan pada 4 Juni tahun lalu.

Keputusan itu disambut dengan antusias. Mereka berbondong-bondong menukarkan SIM internasional dengan lisensi Saudi. 

8. Perempuan boleh menonton pertandingan sepak bola

Pada awal 2018 Saudi memutuskan untuk mengizinkan perempuan menonton pertandingan sepak bola di stadion.

Berdasarkan keterangan dari kantor kementerian informasi, kebijakan tersebut bakal berlaku secara efektif pada 12 Januari 2018. "Pertandingan pertama yang bakal ditonton warga perempuan adalah Al Ahli melawan Al Batin," ujar kementerian informasi dalam pernyataannya.

Laga tersebut merupakan momen yang sangat spesial sebab dilangsungkan di Ibu Kota Riyadh.

Selepas itu, perempuan juga boleh menonton bola di Jeddah dan Dammam. Perempuan bahkan sudah bisa mengisi polisi jabatan tinggi, termasuk duta besar.

Putri Reema binti Bandar bin Sultan ditunjuk Pangeran Mohammad untuk menduduki posisi Duta Besar Saudi untuk Amerika Serikat .

9. Perubahan dalam Sistem Perwalian

Reformasi lain yang memberikan dampak besar adalah izin perempuan untuk bepergian ke luar negeri tanpa izin wali pria.

Dalam sistem perwalian sebelumnya, setiap perempuan butuh izin dari ayah, suami, maupun kerabat pria jika ingin melakukan sesuatu.

Sistem perwalian itu telah mengundang kecaman dari dunia internasional dan dianggap sebagai salah satu alasan yang mendorong upaya sejumlah warga perempuan melarikan diri dari Arab Saudi.

Perubahan peraturan tersebut memungkinkan setiap perempuan yang berusia di atas 21 tahun berhak bepergian ke luara negeri tanpa izin wali.

Selain itu, reformasi dalam sistem perwalian juga memberi keleluasaan bagi perempuan diakui sebagai wali bagi anak yang belum dewasa.

Media pemerintah memberitakan, perubahan tersebut bakal memberi perempuan Saudi otonomi dan mobilitas lebih besar dan dianggap sebagai 'batu lompatan besar'.

"Perubahan ini bisa berarti perempuan akan dapat mengendalikan penuh takdir hukum mereka," pengusaha bernama Muna AbuSulayman dari akun Twitter-nya.

Selain tiga kebijakan di atas, pada Rabu (9/10/2019) ada perubahan baru untuk meningkatkan hak-hak wanita dan mengumumkan perempuan boleh berdinas sebagai tentara sebagai bagian dari reformasi yang gencar dilakukan.

"Langkah-langkah lain untuk pemberdayaan," demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi sebagaimana dikutip dari Kompas, Senin (14/10/2019).

Nantinya, setiap perempuan yang tertarik menjadi tentara bisa mengabdi dengan pangkat prajurit kelas satu, kopral, ataupun sersan.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti/TribunSolo.com)

Artikel telah tayang di Tribunnews.com dengan judul:Alasan Arab Saudi Rayakan Halloween 2022 dan Larang Maulid Nabi Muhammad

Sumber: Tribunnews
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved