Penyerangan RS Bandung
Kasat Reskrim Sebut Ada 14 Orang Termasuk Polisi Diperiksa Terkait Penyerangan RS Bandung
Sat Reskrim Polrestabes Medan mengatakan saat ini sudah ada 14 orang yang diperiksa terkait penyerangan RS Bandung
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Sejumlah pelaku penyerangan RS Bandung di Jalan Mistar, Kecamatan Medan Petisah telah ditangkap.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa mengatakan pelaku penyerangan RS Bandung tersebut masih dalam pemeriksaan.
"Sudah ditangkap, lebih dari satu orang pelakunya," kata Fathir kepada Tribun-medan.com, Senin (7/11/2022).
Baca juga: INI 8 POLISI Berpangkat Bripda yang Diduga Menyerang Rumah Sakit Milik Bendahara PDI Perjuangan
Namun, Fathir tidak menjelaskan berapa orang yang nantinya akan dijadikan tersangka.
"Intinya sudah kita amankan. Sudah diperiksa 14 orang yang terlibat dalam kejadian," sebutnya.
Fathir mengungkapkan, soal motif dari peristiwa penyerangan itu nanti akan disampaikan langsung oleh Kapolrestabes Medan.
"Nanti lebih lanjut disampaikan oleh Kapolrestabes Medan," ujarnya.
Kronologis penyerangan RS Bandung
Kronologis penyerangan RS Bandung yang diduga dilakukan 8 polisi berpangkat Bripda itu bermula pada Minggu (6/11/2022) dinihari sekira pukul 01.00 WIB.
Saat itu, satu diantara pelaku bernama Bripda Tito I Tampubolon diajak pacarnya yang bernama Debby Hutapea untuk menenggak minuman keras di hiburan malam H Five Jalan Abdullah Lubis, Medan.
Mendapat ajakan dari sang pacar, Bripda Tito kemudian menemui mahasiswi UNIMED tersebut di H Five.
Tito pergi ke lokasi tanpa seizin komandannya di Dit Samapta Polda Sumut.
Baca juga: Rumah Sakit Milik Bendahara PDI Perjuangan Diserang Pria Berseragam Polisi, Kapolrestabes: Kita Buru
Baca juga: IR Siregar, Pria Diduga Polisi yang Serang RS Milik Bendahara PDI Perjuangan Diburu Kapolrestabes
Sampai di lokasi setelah diantar temannya bernama Andreas Pangaribuan, Tito lalu mabuk ditemani Debby.
Selain itu, ada juga dua wanita lain bernama Ayu J Tambunan dan Iten.
Kedua perempuan ini statusnya juga mahasiswi di UNIMED dan masih berusia 20 tahun.
Usai mabuk berat, mereka semua beranjak ke Hotel OYO di Jalan Gajah Mada Medan.
Di sana, Bripda Tito satu kamar dengan pacarnya Debby.
Sementara itu, Iten dan Ayu berada di kamar sebelah.
Lantaran Iten dan Ayu dalam kondisi mabuk, Tito kemudian mengunci pintu kamar Iten dan Ayu.
Merasa disekap, Ayu kemudian menghubungi temannya bernama Brema, yang merupakan sekuriti di RS Bandung.
Baca juga: Detik-detik OTK yang Diduga Oknum Polisi Serang RS Bandung, Pelaku Tunjukkan Seragam
Baca juga: RS Bandung Diserang OTK, Kapolrestabes Medan Janji Akan Tangkap Para Pelaku Hari Ini
Brema pun mengajak rekannya yang lain bernama Wanda Winata.
Singkat cerita, setelah tiba di Hotel OYO, Brema dan Wanda berusaha membuka pintu kamar Ayu.
Saat inilah terjadi keributan antara sekurity RS Bandung tersebut dengan Bripda Tito.
Keributan kemudian berlanjut hingga ke RS Bandung.
Bripda Tito yang baru saja lulus sebagai polisi menghubungi teman-temannya satu leting.
Mereka kemudian melakukan penyerangan ke RS Bandung, hingga sekuriti bernama Wanda Winata terluka parah akibat dipukuli.
Saat penyerangan terjadi, seorang polisi bernama Bripda Ikhsan Siregar sempat memamerkan baju dinasnya.
Dari sinilah terungkap identitas masing-masing pelaku.
Setelah kejadian, para polisi baru jadi ini lantas membubarkan diri.
(cr11/tribun-medan.com)