SIDANG FERDY SAMBO

PENGACARA Sambo dan Putri Gaungkan Victim Profiling, Pakar: Sodorkan Juga Criminal Profiling Mereka

Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menilai victim profiling tentang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di sidang pembunuhan Brigadir J

Editor: AbdiTumanggor
tangkapan layar video
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi: Terdakwa kasus pembunuhan berencana Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi bertemu dengan keluaga Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (1/11/2022). (tangkapan layar video) 

“Tanpa penjelasan, maka profiling itu hanya akan menambah stigma buruk berikutnya terhadap Yosua dan keluarga besarnya,” ucap Reza.

“Betapa menyedihkannya andai profiling hanya menjadi ajang re-viktimisasi terhadap Yosua. Sudah jatuh ditimpakan tangga pula. Sudah ditembak mati, lalu disebut menembak teman, bukan dipulihkan martabatnya, tapi kini justru dipotret dengan sedemikian jeleknya.”

Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J: Ferdy Sambo Cs Kehabisan Strategi

Sementara, salah satu anggota tim kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua, Yonathan Baskoro, menilai bahwa penggiringan opini yang dilakukan Ferdy Sambo Cs dan Penasehat Hukumnya itu karena kehabisan strategi.

Yonathan menilai jika tudingan  yang belum tentu kebenarannya itu disampaikan di muka sidang karena pihak Ferdy Sambo kini sudah kehabisan strategi untuk melakukan pembelaan.

Sehingga Ferdy Sambo yang masih memiliki kekuatan dan kekuasaan melakukan Victim Profiling , menyerang pribadi Brigadir Yosua semasa hidup.

"Yang dilakukan (pihak Ferdy Sambo) saat ini adalah Victim Profiling, yang menyerang personality almarhum. Ini menurut saya karena sepertinya pihak sana sudah kehabisan strategi untuk melakukan pembelaan," kata Yonathan dalam tayangan Live Program 'Sapa Indonesia Pagi' Kompas TV, Kamis (10/11/2022).

Baca juga: Nasib Brigadir J, Sudah Dihabisi Secara Sadis, Kini Karakternya Juga Dibunuh, Reaksi Kamaruddin

Victim profiling itu dilakukan oleh pihak Ferdy Sambo karena unsur pembunuhan berencana pada Brigadir Yosua ini sudah bisa terelakan lagi. Sehingga menurut Yonathan, Ferdy Sambo harus mencari pembelaan laindengan menimbulkan citra buruk terhadap Brigadir Yosua.

Dengan penggiringan opini itu kata Yonathan, bahwa motif pembunuhan yang diucapkan Ferdy Sambo karena pelecehan seksual terhadap istrinya sejalan atau bisa berhubungan dengan citra buruk yang dibangun.

"Karena unsur pembunuhan berencananya ini sudah tidak bisa terelakan lagi. Jadi dicarilah pembelaan lain yang menurut saya tidak fair. Ini menurut kami juga ingin menimbulkan citra yang buruk terhadap almarhum," kata Yonathan.

"Sehingga untuk melakukan motif yang digadang-gadang selama ini itu nyambung gitu, berhubungan," terang Yonathan.

Kemudian yang menurut Yonathan merupakan kebodohan yakni soal kepribadian ganda Brigadir Yosua yang disampaikan kuasa hukum Ferdy Sambo dalam nota keberatan. Hal serupa juga dikatakan Yonathan yang merupakan pembohongan yakni dari kesaksian Daden yang menyebutkan Brigadir Yosua minta dicarikan perempuan.

Sementara diketahui bahwa kekasih almarhum Brigadir Yosua yakni Vera Simanjuntak. "Padahal semua fitnah yang disampaikan terhadap almarhum itu semuanya terbantah. Yang punya kepribadian ganda itu bohong, yang minta dicarikan perempuan itu bohong," tegasnya.

Dalam beberapa kali persidangan di PN Jakarta Selatan, saksi yang dihadirkan diduga melontarkan kesaksian palsu saat memberikan keterangan.

Dugaan kesaksian palsu tersebut salah satunya diucapkan Susi, Asisten Rumah Tangga Ferdi sambo dan Putri Candrawati.

Halaman
1234
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved