Breaking News:

Demo Warga Bandar Baru

Warga Bandar Baru Curiga dengan Gubsu, Sebut Ada Mafia Tanah di Bumper Sibolangit

Warga Desa Bandar Baru di Bumi Perkemahan Sibolangit curiga dengan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. Sebut mafia tanah

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/APRIANTO TAMBUNAN
Warga Desa Bandar Baru curiga dengan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dan sebut mafia tanah 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Warga yang bermukim di Bumi Perkemahan Sibolangit, Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang curiga dengan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.

Saat menggeruduk DPRD Sumut, warga membawa spanduk bertuliskan "Warga Bandar Baru-Sibolangit Curiga Dengan Gubsu Adanya Mafia Tanah Di Wilayah Bandar Baru-Sibolangit".

Dalam aksinya, warga juga menolak digusur.

Mereka menegaskan bahwa masyarakat yang sekarang tinggal di sana sudah bermukim selama puluhan tahun.

Bahkan, beberapa diantara warga mengklaim memiliki alas hak yang jelas.

Saat melakukan aksi di DPRD Sumut, Kepala Desa Bandar Baru, Bincar Sitepu mengatakan sebelum masa reformasi, masyarakat yang sekarang bermukim di Bumi Perkemahan Sibolangit sudah menempati lahan yang diklaim sebagai milik Pramuka itu.

Bincar mengatakan, dalam pidatonya Presiden Soekarno menyebur bahwa lahan yang terlantar harus digunakan. 

Baca juga: BEREDAR KABAR, Vila Mewah Diduga Ilegal di Bumi Perkemahan Sibolangit Punya Pejabat dan Bandit

Saat ini, sudah ada 900 warga yang bermukim di Bumi Perkemahan Sibolangit.

"Kami masyarakat Bandar Baru telah menempati lahan sebelum masa reformasi. Sekarang masyarakat ada yang bertani, berusaha dan bertempat tinggal di sana," kata Bincar Sitepu, Senin (14/11/2022).

Ia mengatakan, soal keberadaan vila mewah yang disebut oleh Pemprov Sumut, Bincar membantahnya.

Dia menyebut tidak ada vila di sana.

Baca juga: Vila Mewah Berdiri Megah, Mencuat Isu Jual Beli Lahan Bumi Perkemahan Sibolangit dan Mafia Tanah

Padahal sebelumnya, Bincar yang diwawancarai awak media mengaku tidak tahu siapa pemilik vila di sana. 

"Tidak ada villa di sana, kalau ada vila, berarti ada tulisannya kan, ini tidak ada. Yang ada hanya rumah warga di sana, ada yang cantik, ada yang jelek," katanya.

Saat melakukan aksi, massa kemudian cuma diterima oleh Kepala Humas DPRD Sumut, Muhammad Sofyan.

Baca juga: Pemprov Sumut Ancam Ratakan Semua Bangunan Liar di Bumi Perkemahan Sibolangit

Menurut Sofyan, semua anggota DPRD Sumut sedang melakukan kunjungan kerja di sejumlah daerah.

"Anggota dewan saat ini tidak ada di kantor. Maka yang menerima masyarakat diwakilkan humas," katanya.

Sofyan menyebut, bahwa masalah ini mestinya di RDP (rapat dengar pendapat) kan saja.(tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved