Polisi Tembak Warga

Polres Pelabuhan Belawan Didemo, Warga Sebut Kenal Brigadir RS diduga Punya Kepentingan Narkotika

Bripka RS yang merupakan anggota Satnarkoba Polres Pelabuhan Belawan, mendadak menjadi pembahasan di tengah masyarakat.

Polres Pelabuhan Belawan Didemo, Warga Sebut Kenal Brigadir RS diduga Punya Kepentingan Narkotika

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bripka RS yang merupakan anggota Satnarkoba Polres Pelabuhan Belawan, mendadak menjadi pembahasan di tengah masyarakat.

Pasalnya, sosok Brigadir RS cukup dikenal masyarakat di gang Mafo Kelurahan Pekanlabuhan Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.

Bripka RS merupakan salah satu oknum polisi yang terlibat dalam penggerebekan narkoktika yang menewaskan Iwan alias Naseb akibat penembakan di bagian leher.

Warga Gang Mafo pada Jumat (18/11/2022), melakukan aksi unjuk rasa di Polres Pelabuhan Belawan.

Tak hanya menuntut keadilan atas kasus kematian korban, warga juga menuntut agar polisi yang terlibat dilakukan pemeriksaaan.

Menurut warga yang melakukan aksi di Polres Pelabuhan Belawan, menyebutkan mengenali salah satu dari tiga oknum polisi yakni Brigadir RS yang bertugas di Satresnarkoba Polres Pelabuhan Belawan.

Salah satu warga yang ditemui Tribun Medan, Sulahi Tobing mengatakan, sudah belasan tahun mengenal oknum polisi yang berinisial RS yang ikut dalam penembakan Iwan hingga tewas.

Lanjutnya, bahwa RS sudah kerap datang ke kawasan Gang Mafo Kelurahan Pekanlabuhan yang di mana menjadi TKP penembakan tersebut.

"Kami sudah mengenal RS itu belasan tahun, anak kecil pun kalau ditanya pasti kenal. Karena memang dia sudah sering datang ke Gang Mafo," ujar Sulahi Tobing.

Dia menyebutkan, bahwa Rudi Simamora memiliki sebuah tambak di belakang pemukiman warga Gang Mafo

Maka dari itu warga pun menduga bahwa Rudi Simamora salah satu pemasok sabu yang terbesar di kawasan Gang Mafo dan Kecamatan Medan Labuhan.

"Rudi Simamora pun punya tambak di Gang Mafo, dan dia sering datang kesana. Makanya kami duga ia juga salah satu bandar narkoba terbesar di Gang Mafo dan Kawasan Lainnnya," ungkapnya.

Tobing pun menuturkan, mendukung pihak kepolisian dalam pemberantasan narkoba, namun warga sangat menyayangkan dengan keterangan yang diberikan Kapolres beberapa waktu lalu tidak benar dan bertentangan dengan fakta di lapangan.

"Kami mendukung tindakan polisi dalam pemberantasan Narkoba. Tapi kami menyayangkan keterangan Kapolres tidak benar dan tidak sesuai fakta di lapangan," bebernya.

Dia berharap, pihak kepolisian untuk melakukan kroscek di lapangan tentang siapa RS yang sebenarnya, dan jangan sampai terjadi kasus Sambo yang kedua di Belawan. Karena masyarakat menginginkan Belawan menjadi Kota yang Kondusif.

"Ayok sama sama kita kroscek siapa RS tersebut, biar kita tau siapa dia. Jangan sampai terjadi kasus sambo kedua di Belawan, karena kami masyarakat berharap Belawan menjadi Kota yang Konfusif, " tegasnya.

(cr29/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved