Breaking News:

Polisi Tembak Warga

Warga Demo Polres Pelabuhan Belawan, Sebut Oknum Polisi Diduga Bandar Narkoba

Kuasa hukum Iwan menduga oknum polisi yang terlibat kasus penembakan warga ada keterlibatan narkotika, Jumat (18/11/2022).

Warga Demo Polres Pelabuhan Belawan, Sebut Oknum Polisi Diduga Bandar Narkoba

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Belum menemui titik terangnya kasus penembakan Iwan alias Nasib, yang menewaskan korban dengan dalih penggerebekan narkotika masih misterius.

Hal tersebut membuat kejanggalan pihak keluarga dan warga di gang Mafo Kelurahan Pekanlabuhan Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.

Di mana beberapa waktu lalu, kuasa hukum dan keluarga korban mendatangi Mapolda Sumut untuk membuat aduan ke Propam Polda Sumut, namun tak jadi dikarenakan pihak kepolisian menyebut aduan serupa telah dilayangkan ke Polres Pelabuhan Belawan.

Kasus ini sendiri telah mendapat perhatian publik di mana, keterangan pihak kepolisian dan keluarga korban bertolak belakang.

Tak hanya itu, demi menuntut keadilan, keluarga korban dan warga setempat beramai-ramai mendatangi mapolres Pelabuhan Belawan untuk melakukan aksi unjuk rasa, Jumat (18/11/2022).

Ditemui di lokasi, Kuasa Hukum Keluarga Iwan, Sumerson mengatakan, unjuk rasa ini dilakukan karena keresahan masyarakat terhadap keterangan polisi yang menyebutkan ketiga oknum tersebut tidak bersalah.

lanjutnya, aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Pihaknya juga meminta polisi bersikap selayaknya penegak hukum tanpa memandang bulu.

"Demo kami ini karena keresahan masyarakat terhadap keterangan pokisi yang mengatakan ketiga oknum tersebut tidak bersalah. Kami di sini menyampaikan fakta sebenarnya di lapangan dan agar polisi mengusut tuntas kasus ini tanpa tebang pilih," ucap Sumerson.

Masih dikatakan kuasa hukum korban, penembakan yang dilakukan ketiga oknum polisi tersebut tidak sesuai SOP yang diterapkan di kepolisian.

Hal tersebut dikarenakan saat kejadian korban sedang dipiting oknum polisi hingga berakhir dengan tembakan yang menembus leher Iwan.

"Apakah aksi polisi tersebut melakukan penembakan di bagian leher sudah sesuai SOP yang diberikan Kapolres?. Karena kejadian tersebut korban itu dipiting lehernya baru terjadilah penembakan itu. Kalau memang adanya perlawanan korban, polisi harusnya melakukan tembakan peringatan ke udara, dan jika masih melakukan perlawanan baru diteindak tegas di dibagian tertentu seperti kaki. Bukan leher, itu membunuh namanya," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved