Pembunuhan

Benni Sitanggang Ditangkap setelah Bunuh Temannya di Warung Tuak, Pelaku Sempat Lari ke Jambi

Sat Reskrim Polres Pematangsiantar menggelar konferensi pers kasus pembunuhan yang dilakukan Benni Sitanggang terhadap Ricardo Sitohang.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Sat Reskrim Polres Pematangsiantar gelar press rilis kasus pembunuhan di lapo tuak, Senin (21/11/2022) TRIBUN MEDAN-ALIJA MAGHRIBI 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Sat Reskrim Polres Pematangsiantar menggelar konferensi pers kasus pembunuhan yang dilakukan Benni Sitanggang (36) terhadap korban yang juga temannya sendiri, Ricardo Sitohang (37) pada Minggu (13/11/2022) malam.

Press rilis digelar pada Senin (21/11/2022) di halaman dalam Mapolres Pematangsiantar.

Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar - AKP Banuara Manurung menyampaikan kronologi lengkap kasus berawal pada saat kebiasaan warga di Jalan Bah Birong Hulu, Kelurahan Sigulanggulang, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar pulang dari gereja.

Kemudian warga seperti biasanya duduk di Lapo Tuak.

Baca juga: Martin Siagian dan Daniel Panjaitan Diikat dan Diamuk Massa setelah Tertangkap Basah Mencuri

Pelaku, saksi, dan korban pun satu di antara warga yang punya aktivitas kebiasaan seperti hal tersebut di akhir pekan.

“Mulai pulang dari gereja mereka makan di situ, pukul 14.00 WIB. Sehabis makan mereka berlanjut duduk tetap di situ, termasuk si korban, pelaku, dan para saksi-saksi. Minum minuman tuak,” kata Mantan Kapolsek Pangururan, Samosir ini.

Sat Reskrim Polres Pematangsiantar gelar press rilis kasus pembunuhan di lapo tuak, Senin (21/11/2022) TRIBUN MEDAN-ALIJA MAGHRIBI
Sat Reskrim Polres Pematangsiantar gelar press rilis kasus pembunuhan di lapo tuak, Senin (21/11/2022) TRIBUN MEDAN-ALIJA MAGHRIBI (TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI)

Lanjut Banuara, saat kebersamaan suka cita di Lapo Tuak tersebut, Korban menyanyikan sebuah lagu (bahasa Batak : marende) yang mengusik perasaan pelaku. Korban Ricardo Sitohang mengejek majikan pelaku bermarga Sirait dengan sebutan Sirait Sakkilik, yang dalam arti bahasa Indonesia bermakna kutu anjing.

Selanjutnya, kata Banuara, Tersangka Benni Sitanggang mendatangi rumah taukenya untuk mencari pisau.

“Jadi dia datang ke rumah taukenya itu, dan tujuannya adalah untuk mengambil pisau itu. Taukenya bertanya, mau ngapain? Kata (pelaku) mau buang air kecil,” terang Banuara.

Setelah mengambil sebilah pisau, Benni Sitanggang kemudian kembali ke Lapo Tuak dan bertemu dengan Ricardo Sitohang. Benni kembali duduk di tempat semula.

Baca juga: Hadir di Persidangan Nikita Mirzani, Dinar Candy Mengaku Kaget Nyai Akhirnya Masuk Penjara

“Ketika pukul 19.30 WIB, si korban pun hendak kembali pulang. Dia (korban) berangkat dari tempat duduknya dan harus melewati meja tempat duduk pelaku. Dan ketika si korban keluar, pelaku terus mengikuti,” kata Banuara.

“Sekitar 2 meter dari pintu, korban pun ditikam oleh pelaku sebanyak tiga kali hingga pisaunya patah. Masing-masing di dada kiri, mata, dan paha,” kata Banuara.

Penangkapan terhadap Benni Sitanggang dilakukan pada Rabu (16/11/2022) malam di Jambi, dengan bantuan Unit Jahtanras Dirreskrim Polda Sumut.

Yang bersangkutan ditangkap setelah polisi mengambil keterangan dari keluarga, kerabat, mantan teman kerja, ke tempat-tempat yang mungkin disinggahi pelaku.

Adapun status daripada Benni Sitanggang sendiri adalah karyawan catering dan belum berkeluarga. Sementara Ricardo Sitohang yang meninggal dunia kini memiliki empat orang anak.

Banuara menjelaskan yang bersangkutan disangkakan dengan Pasal 338, Jo 351 ayat 3 KUHPidana tentang pembunuhan dan penganiayaan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.

(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved