Kebakaran
Kebakaran Hebat di Kisaran, 2 Pabrik Getah dan 4 Rumah Warga Dilalap Si Jago Merah
Kebakaran lebih dulu melahap dua pabrik pengolahan getah karet, yakni PT Mas Mulia atau dari PT Polimex. Turut meludeskan 4 rumah warga.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN - Kebakaran hebat melanda Kota Kisaran Timur pada Senin (21/11/2022).
Kebakaran lebih dulu melahap dua pabrik pengolahan getah karet, yakni PT Mas Mulia atau dari PT Polimex.
Si jago merah kemudian dengan cepatnya merambat ke rumah warga lantaran angin yang cukup kencang.
Tribun Medan menyuguhkan fakta-fakta dari kebakaran hebat di Kisaran ini.
Baca juga: Anaknya Lebih Nyaman dengan Kekasih Nathalie Holscher, Sule Akui Dirinya Sedih: Udah Jalan Tuhan
1. Terdengar Ledakan dari 2 Pabrik yang Terbakar.
Dua pabrik pengolahan getah karet terbakar hebat di Kelurahan Kedai Ledang, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Senin(21/11/2022) dinihari.
Api membakar sejumlah ruang di kedua pabrik tersebut. Beberapa kali terdengar ledakan dari dalam kobaran api.
Riza, seorag warga saat menuturkan, ledakan tersebut terjadi berulang kali sejak api mulai membesar.
"Dari tadi saya di sini, mulai api besar, ada beberapa kali suara ledakan dari dalam (kobaran) api," kata Rizal.
Selain itu, api yang membesar, juga sempat mengantarkan debu ke pemukiman warga yang tak jauh dari lokasi kejadian.
"Debu yang masih berapi itu turun tadi ke pemukiman warga, karena kobaran api yang membakar pabrik itu sangat besar dan tinggi," kata Rizal.
Ia mengaku tidak mengetahui pasti api bersumber dari pabrik PT Mas Mulia atau dari PT Polimex.
Sebab, saat kebakaran tersebut terjadi, dia mengetahui kedua pabrik telah terbakar.
"Kurang tau, begitu sampai di sini, dua-duanya udah kebakar," katanya.
2. Merambat Cepat Ludeskan 4 Rumah Warga
Kobaran api besar ditambah angin yang cukup kencang mengakibatkan menyambar kerumah warga yang terhimpit diantara kedua pabrik.
Dari amatan Tribun Medan, korban yang masih terduduk di depan pintu pabrik, meratapi puing-puing rumahnya yang sudah rata dengan tanah.
Tak hanya rumah, becak motor dan sepeda motor ikut terbakar. Warga yang kini tak memiliki tempat tinggal, masih kebingungan ingin mengungsi kemana.
Seperti Sri Wahyuni, seorang korban mengaku tak tau harus mengungsi sementara rumahnya yang telah rata dengan tanah.
"Masih bingunglah ini mau kemana. Yang saat ini harta kami ya tinggal yang di badan ini saja," kata Wahyuni.
Ia mengaku, saat kejadian tersebut, dirinya dan sang cucu sedang tertidur pulas tanpa merasakan panas api yang sudah mengepung rumah mereka.
Teriakan warga dibantu oleh anaknya, membangkitkan dirinya untuk keluar dari rumah dan berjalan menjauh dari lokasi.
"Sempat saya duduk didepan karena kelelahan, bahkan saya tidak merasakan panas, padahal api itu disamping udah besar," kata wanita parubaya tersebut.
Sementara putra, anak dari salah satu korban mengaku, tak ada barang yang dapat diselamatkan dari kejadian naas tersebut.
"Orang tua saya, adik, dan kakak sayang lagi tidur. Kemudian terbangun, melihat api besar, langsung melarikan diri. Tidak sempat membawa apa-apa dari rumah," kata Putra.
Sampai saat ini, warga tidak ada yang tau api bersumber darimana dan masih berharap agar ada perhatian dari pemilik pabrik maupun pemerintah Kabupaten Asahan.
3. Api Padam setelah 6 Jam
Api yang membakar dua buah gudang di Kelurahan Kedai Ledang, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan akhirnya dapat dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran Kabupaten Asahan setelah enam jam berjibaku.
"Kami dapat kabar jam 00.25 wib, kami sampai di lokasi 15 menit setelahnya. Namun, kami berhasil menjinakkan api enam jam setelahnya," kata Irwan As, kepala regu damkar Kabupaten Asahan, Senin(21/11/2022).
Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan akses jalan yang dipenuhi masyarakat dan material yang terbakar mudah terbakar.
"Yang terbakar itu sepertinya gudang penjemputan karet, karena material karet, jadi setelah padam, dia kembali marak lagi. Sehingga memakan waktu di pendinginan agar benar-benar api padam," jelasnya.
Sementara, sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api.
"Dari kami(Damkar Kabupaten Asahan) ada empat, diperbantukan oleh Tanjungbalai ada dua unit," ujarnya.
Menurutnya, saat ini sumber api masih diselidiki oleh pihak berwajib dan belum diketahui berapa kerugian atas kejadian tersebut.
"Jelasnya, di PT Mas Mulia ada beberapa gudang itu terbakar, yang di PT Wipolimex itu hanya barak rumah karyawan yang hanya dibatasi oleh tembok," pungkasnya.
(cr2/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kebakaran-pabrik-getah-asahan.jpg)