Breaking News:

Piala Dunia 2022

Akankah Kutukan Juara Bertahan Berakhir?

Putaran Final Piala Dunia 2022 di Qatar, Akankah Kutukan Juara Bertahan Berakhir?

(FRANCK FIFE/AFP)
Perancis, Antoine Griezmann (tengah), merayakan golnya dengan Kylian Mbappe, setelah mencetak gol kedua dalam pertandingan persahabatan Perancis vs Wales di Stadion Allianz Riviera, Nice, pada Rabu (2/6/2021). Putaran Final Piala Dunia 2022 di Qatar, Akankah Kutukan Juara Bertahan Berakhir? 

TRIBUN-MEDAN.COM - Perhelatan Piala Dunia 2022 di Qatar sudah mulai. Sebagai tuan rumah, Qatar telah melakoni laga pembuka kontra Ekuador, Minggu, 20 November 2022 malam.

Hasilnya tuan rumah kalah 0-2. Pertandingan ini berlangsung di stadion terbesar kedua
di Qatar, Al Bayt di Al Khor, Qatar.

Tahun ini merupakan edisi ke-22 Piala Dunia. Namun, yang pertama digelar di Jazirah Arab di Asia Barat. Untuk di Benua Asia, negeri emir di Timur Tengah tersebut merupakan yang kedua menjadi tuan rumah.

Yang pertama Korea Selatan dan Jepang pada 2002 atau dua dekade silam. Sejak dipertandingkan pada 1930 hingga 2018 ternyata baru delapan negara yang pernah menjadi juara dunia.

Kedelapan negara tersebut adakah Uruguay, Italia, Jerman, Brasil, Inggris, Argentina, Prancis, dan Spanyol. Brasil menjadi yang tersukses karena telah mengoleksi lima gelar. Sementara Jerman bersama Italia, yang tidak hadir pada edisi kali ini, empat kali juara.

Empat edisi terakhir perebutan trofi perunggu berlapis emas 18 karat tersebut, negara-negara Eropa sangat mendominasi. Pada Piala Dunia 2006 di Jerman, Italia menjadi juara. Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Spanyol juara. Jerman menjadi kampiun Piala Dunia edisi ke-20 di Brasil pada 2014.

Prancis menjadi yang terbaik pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Dari 21 edisi Piala Dunia yang sudah digelar, baru dua negara yang mampu melakukan back toback atau mempertankan gelar.

Italia melakukannya pada Piala Dunia 1934 dan 1938. Brasil melakukannya pada Piala Dunia 1958 dan 1962.

Pada 17 edisi Piala Dunia lainnya tak ada juara yang bisa mempertahankan gelar. Justru sebaliknya kutukan terhadap juara bertahan kerap terjadi. Alih-alih mempertahankan gelar, sekadar lolos dari fase grup saja tak mampu. Itu terjadi pada tiga terakhir Piala Dunia, 2010, 2014, dan 2018.

Namun, secara keseluruhan atau dari 21 edisi ajang empat tahunan tersebut ada lima negara yang mengalami “kutukan” juara bertahan. Brasil, Tim Samba merupakan pengoleksi predikat juara dunia terbanyak.

Lima kali. Setiap mentas di Piala Dunia, Brasil selalu diperkuat pemain top seperti Pele pada 1958, Garrincha, Amarildo, Vava, dan Mario Zagallo pada Piala Dunia 1962, Romario Faria dan Bebeto pada 1994, serta Ronaldo dan Rivaldo pada Piala Dunia 2002.

Deretan pemain bintang dan kedigdayaan tak membuat Brasil lepas dari kutukan juara bertahan Piala Dunia. Pada Piala Dunia 1966, Brasil yang tampil dengan skuat mewah dan penuh bintang harus menelan pil pahit, gagal lolos ke babak selanjutnya setelah hanya finish di peringkat ketiga dengan satu kemenangan dan dua
kekalahan kekalahan.

Padahal, pada Piala Dunia 1962, Brasil menjadi juara. Prancis Pada Piala Dunia 1998, Prancis berhasil mencatatkan sejarah dengan meraih juara Piala Dunia untuk pertama kali.

Namun, dalam edisi Piala Dunia 2002, Prancis harus tersingkir lebih awal karena hanya meraih satu poin dan tidak menciptakan gol pada fase grup. Langkah Zinedine Zidanne dkk di Piala Dunia 2002 memang terseok-seok.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved