Cuaca Ekstrem Picu Kenaikan Harga Bahan Makanan, Banyak Petani Gagal Panen

Tak hanya itu, harga daging ayam selama dua hari terakhir mengalami kenaikan yang berada di kisaran Rp 30.600 per kilogram.

Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/HO
Pedagang sayur mayur di Pusat Pasar Medan. Harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan karena di pengaruhi oleh curah hujan dan cuaca yang tidak stabil. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan karena dipengaruhi oleh curah hujan dan cuaca yang tidak stabil sejak awal bulan November.

Pusat Pasar Kota Medan menjadi salah satu tempat transaksi jual beli masyarakat, juga mengalami beberapa kenaikan harga Sembako. Hal ini dikarenakan adanya perubahan iklim selama beberapa waktu ini.

Komoditas membuat penjual mengalami kekurangan pasokan bahan jualan. Salah satunya yaitu harga cabai merah, tomat, ayam hingga ikan laut yang mengalami kenaikan cukup signifikan.

"Harga kebutuhan pangan pokok dua pekan belakangan sedikit bergejolak, seiring dengan curah hujan yang tinggi lalu diikuti banjir. Untuk harga tomat yang sempat anjlok hingga mencapai Rp 2.000 di tingkat pedagang besar saat ini sudah dijual Rp 10 ribu lagi, " ujar Lina kepada Tribun Medan, Rabu (23/11/2022).

Baca juga: GulaVit Serahkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir di Batubara, Sergai dan Medan

Tak hanya itu, harga daging ayam selama dua hari terakhir mengalami kenaikan yang berada di kisaran Rp 30.600 per kilogram.

Selain itu, kenaikan harga daging ayam saat ini banyak dipengaruhi oleh masalah subtitusi dari berkurangnya pasokan ikan segar. Sehingga ada permintaan terhadap daging ayam yang mengakibatkan harganya naik.

"Kenaikan harga komoditi hasil laut dan cabai saat ini karena stok yang masuk sedikit akibat faktor cuaca ekstrem," ungkap Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag Sumut, Barita Sihite.

Ia menyampaikan, harga hasil laut yang cukup mengalami kenaikan yaitu udang laut di rata-rata kota IHK yang mencapai Rp 62 ribu. Harga udang laut tertinggi dijual di Nias Selatan mencapai Rp 120 ribu per kilogram. Tak hanya itu, ikan kembung juga mengalami kenaikan mencapai Rp 46 ribu per kilogram.

Untuk harga komoditas lainnya seperti cabai, mengalami pasang surut selama sepekan terakhir. Harga cabai merah yang sempat mengalami penurunan pada 11 November di kisaran Rp 20 ribuan per kg, sempat melonjak di Rp 28 ribuan per kg.

Ia mengungkapkan sejauh ini curah hujan yang tinggi  mengganggu distribusi barang dari pedagang besar ke pengecer dan juga mengganggu pasokan di tingkat petani.

Sementara, pedagang sayur mayur di Pasar Petisah Medan, Sofiana mengatakan, harga sayur mayur naik belakangan ini, karena cuaca yang buruk, selain itu banyak juga daerah ikut terendam banjir yang membuat petani gagal panen.

Ada pun komoditi pangan sayur mayur yang mengalami lonjakan harga seperti sawi pahit, tomat, wortel, seledri, buncis, bunga kol, dan lainnya

"Kalau wortel biasa harganya Rp 5 ribu sekrang naik menjadi Rp 9 ribu per kilogram, tomat juga naik dari harga biasa Rp 8 ribu, kini menjadi Rp 14 ribu sampai 16 ribu per kilogram," katanya.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved