Pekan Kuliner Halal Digelar Empat Hari, Ada Talkshow, Ceramah hingga Hiburan Musik

Bazar kuliner ini akan berlangsung selama empat hari yakni pada 24 sampai 27 November 2022 yang dibuka mulai pukul 10.00 WiB hingga 22.00 WIB.

Editor: Eti Wahyuni
HO / Tribun Medan
Kuliner Halal di Kota Medan yang rasanya melegenda 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Majelis Ulama Indonesia (MUI) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemko) akan menggelar Pekan Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) yang bertempat di Lapangan Masjid Raya Al Matsum Medan atau area Ramadan Fair.

Bazar kuliner ini akan berlangsung selama empat hari yakni pada 24 sampai 27 November 2022 yang dibuka mulai pukul 10.00 WiB hingga 22.00 WIB.

Pekan kuliner ini juga menghadirkan sekitar 60 lebih pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Medan, kemudian dimeriahkan dengan talkshow, ceramah, serta hiburan musik. 

"Kita mengajak umat muslim dan umumnya masyarakat Kota Medan untuk menghadiri kegiatan pekan KHAS ini," ujar Ketua Umum MUI Kota Medan, Dr H Hasan Matsum, Rabu (23/11/2022).

Baca juga: Inovasi Kuliner Halal yang Murah Meriah Tanpa Micin, Ini Dia Bakmi Ayam Jamur Kopin.co

Dikatakannya, pembukaan acara Pekan KHAS ini akan dilakukan langsung oleh Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution, Ketua DPRD Kota Medan serta dihadiri pengurus DP MUI Kota Medan dan pengurus MUI Kecamatan se Kota Medan.

Menurut Hasan Matsum, pekan KHAS ini diproyeksikan ke depannya sebagai pembuka untuk berdirinya xona KHAS di area masjid dalam mendukung program Masjid Mandiri Pemko Medan.

"Zona KHAS ini bertujuan membantu perekonomian masyarakat muslim khususnya yang ada di sekitar masjid, sehingga lambat laun bisa menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan keumatan di Kota Medan. Jadi zona-zona KHAS nanti berdiri di masjid-masjid yang memiliki area luas," ungkap Hasan Matsum.

Selain itu, kegiatan pekan KHAS ini juga dalam rangka sosialisasi Undang-undang Jaminan Produk Halal (JPH) dengan aturan yang baru, karena pengurusan sertifikasi halal sudah berada di Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

"Masyarakat belum familiar dengan BPJPH jadi kita dekatkan, sehingga ke depan pelaku usaha bisa mengurus sertifikasi halalnya. Saat ini pengurusan sudah punya standar sesuai perundangan yang ada dan sekarang menggunakan teknologi dan kelanjutannya BPJPH yang memprosesnya sampai dengan penerbitan sertifikat termasuk permohonan fatwanya ke MUI," jelasnya.

Diakui Hasan Matsum, semangat mengurus sertifikasi halal ini sangat tinggi karena memang sudah menjadi kewajban bagi pelaku usaha untuk memastikan produk yang dipasarkannya ke masyarakat itu terjamin kehalalannya dan aman dari bahan berbahaya.

“Indonesia memiliki peluang yang besar sebagai negara produsen dan pengekspor produk halal terbesar di dunia. Kajian kehalalan makanan bukan merupakan masalah dan isu agama, akan tetapi menjadi trend global," pungkasnya.

Lomba Memasak Gulai Ikan Masam

Pekan Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) yang dilaksanakan di lapangan Masjid Raya Al Matsum Medan atau area Ramadan Fair juga akan dimeriahkan dengan lomba memasak.

Berbeda dari lomba memasak pada umumnya, perlombaan di KHAS ini mengharuskan para peserta memasak makanan khas Melayu yaitu Gulai Masam Ikan. Asam di gunung, garam di laut bertemu di belanga merupakan sebuah narasi yang cocok untuk menggambarkan masakan yang satu ini

Masakan ini sering menjadi tujuan para wisawatan pada saat berkunjung ke Tanah Deli atau pun Sumatra Utara. Sajian gulai ikan dimasak dengan kuah bercita rasa pedas dan sedikit berasa masam inilah yang akan menjadi bahan penilaian bagi para peserta.

Pada perlombaan kali ini, KHAS juga telah menyiapkan sejumlah hadiah yang akan diberikan kepada para pemenang.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved