Gempa Cianjur

Terkubur 4 Jam di Reruntuhan Madrasah, Begini Kisah Nurhayati Selamat dari Maut

Nurhayati ingat betul waktu kejadian itu. Langit Cianjur cerah, matahari tepat di atas kepala, dan para petani beristirahat dan berteduh dari terik

KOMPAS.com/Bagus Puji Panuntun
Nurhayati (27) korban gempa bumi Cianjur tengah dirawat di di RSUD Cibabat, Rabu (23/11/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Nurhayati, 27, meneteskan air mata saat mengenang kejadian mengerikan yang dialaminya dua hari lalu.

Tanpa ada tanda-tanda, gempa berkekuatan 5,6 SR meluluhlantakkan Desa Garogol, RT 05 RW 03, Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Nurhayati ingat betul waktu kejadian itu. Langit Cianjur cerah, matahari tepat di atas kepala, dan para petani beristirahat dan berteduh dari terik matahari.

Saat itu pula Nur, sapaan Nurhayati, sedang berada di dalam sebuah gedung madrasah dan tengah mengaji bersama warga lainnya.

"Waktu itu saya lagi mengaji di madrasah, terus terasa goyang dan saat mau berdiri itu (bangunan) langsung runtuh," kata Nurhayati saat ditemui di RSUD Cibabat, Cimahi, Jawa Barat, Rabu (23/11/2022).

Hanya sekali goyangan, bangunan madrasah itu langsung ambruk seketika. Atap bangunan dan tembok di ruangan itu runtuh.

"Setelah madrasah runtuh, di sana masih terasa goyang terus sebentar-sebentar. Tapi kalau madrasah pas sekali goyang langsung ambruk," ucap Nur.

Seisi ruangan panik, jemaah yang tengah mengaji di dalam gedung seketika lari tunggang langgang menyelamatkan diri.

Sementara Nur terjebak di dalam gedung selama berjam-jam. Dia tertimpa reruntuhan bangunan sehingga membuatnya cedera.

"Saat itu jemaahnya banyak, ada yang menyelamatkan diri keluar. Tapi kalau saya terjebak (tertimbun) di dalam dari jam 2 siang sampai jam 6 magrib," kata Nur mencoba mengingatnya.

Selama empat jam terkubur reruntuhan, Nur hanya bisa pasrah dan tak henti-henti memanjatkan doa berharap ada malaikat yang menolongnya dari reruntuhan.

Betul saja, warga dan relawan menemukan Nur yang sudah lemas dan tak berdaya terjebak tembok bangunan yang menindih tubuhnya.

"Saya baru dievakuasi jam 6 pas magrib dengan cara material bangunannya diangkat dulu secara manual," tutur Nur.

Tubuh Nur yang sudah tak berdaya akhirnya berhasil dievakuasi. Setelah lolos dari timbunan bangunan, Nur mencoba berdiri. Namun, kakinya tak kuat untuk bertumpu.

Setelah diperiksa, Nur mengalami luka lecet di sekujur tubuhnya dan mengalami patah tulang kaki sehingga harus menjalani operasi di RSUD Cibabat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved