PT Bungasari Resmi Gunakan PLTS Atap, Berkapasitas 2.4 Megawatt-peak

satu di antara tiga proyek Bungasari Hijau untuk Negeri yang berorientasikan pada transisi energi baru terbarukan

Penulis: Diana Aulia | Editor: Eti Wahyuni
Dok. Pemkab Deliserdang
Wakil Bupati (Wabup) Deli Serdang, HM Ali Yusuf Siregar menghadiri peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ATAP PT Bungasari Flour Mills Indonesia, di Jalan Saparua IV, Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli, Selasa (22/11/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - PT Bungasari Flour Mills Indonesia (Bungasari) telah meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 2.4 megawatt-peak.

PLTS atap tersebut merupakan satu di antara tiga proyek Bungasari Hijau untuk Negeri yang berorientasikan pada transisi energi baru terbarukan.

PLTS Atap ini tercatat sebagai yang terbesar di Sumut hingga saat ini dan terbesar pada kategori pabrik terigu di Indonesia, sekaligus menjadikan PT Bungasari selaku salah satu pelopor pembangunan PLTS Atap pabrik tepung terigu di Tanah Air.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Sumut melalui kabid Energi, Neftiana Awalia Sitepu mengatakan, Pemprov Sumut mendukung aksi nyata PT Bungasari untuk mendukung penggunaan energi terbarukan.

Baca juga: Keren Nih, Mahasiswa USU Ciptakan Mobil Hemat Energi, Juara 1 KMHE 2022

"Pemprov Sumut ikut serta mendukung dengan menerbitkan peraturan daerah yaitu nomor 4 tahun 22 tentang rencana umum energi daerah provinsi Sumatera 2022-2050. Perda ini mengatur bagaimana pengelolaan energi untuk mencapai target bauran Sumatera Utara tahun 2025 sebesar 23 persen dan tahun 2050 49.9 persen. Dengan cara pemanfaatan energi surya dengan pemanfaatan sel surya minimum 30 persen," ucapnya.

Selain itu, Wakil Bupati Deliserdang Ali Yusuf Siregar yang juga turut meresmikan PLTS Atap PT Bungasari memberikan apresiasi dan berharap PLTS Atap ini dapat memberikan dampak besar kepada masyarakat Deliserdang.

Terpisah, Budianto Wijaya selaku Presiden Direktur PT Bungasari Flour Mills Indonesia mengatakan bahwa Investasi di pabrik Bungasari di Cilegon dan Medan ini merupakan bagian dari upaya untuk mencegah global warming yang mengancam lingkungan.

Selain itu, sebagai mendukung upaya pemerintah menuju pencapaian target nol emisi pada 2060 dengan mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT) sebagai sumber pasokan energi.

"Salah satu langkah Bungasari dalam pemanfaatan EBT ini adalah penggunaan PLTS Atap Bungasari Medan. Sudah saatnya kita, para pelaku industri pangan di Tanah Air, memulai melakukan transisi menuju energi hijau guna mengurangi efek global warming yang mengancam ketahanan pangan," tuturnya.

Sementara itu, untuk pabrik di Cilegon, Banten, Bungasari memiliki sejumlah proyek industri ramah lingkungan melalui program Waste Heat Conversion dan proses Sertifikasi Industri Hijau yang merupakan program dari Kementerian Perindustrian yang mengarahkan perusahaan agar lebih efisien dalam menggunakan sumber daya alam, bahan baku, energi, dan air.

"Dengan sumber tenaga surya sebesar 2.940.819 kilowatt-hour (kWh) per tahun atau setara dengan penghematan pengeluaran hingga Rp 3 miliar per tahun. Produksi energi listrik bersih tersebut juga setara dengan pengurangan karbon dioksida sejumlah 68.668.113 kilogram atau konsumsi listrik untuk 46.969 rumah atau green house gas (22.261.996 liter)," jelasnya.

Selain itu, dengan pemanfaatan sinar matahari sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan, PT Bungasari menghemat emisi atas 14.704 kendaraan roda empat. Kemudian mendorong ekonomi hijau dengan perbandingan penanaman pohon sejumlah 881.414 pohon.

Di lain sisi, PLTS Atap PT Bungasari Medan memperkuat transisi menuju energi berkelanjutan, yang merupakan satu di antara tiga isu prioritas dari Presidensi Indonesia pada G20.

Penggunaan energi terbarukan ini diharapkan akan mengatasi ketergantungan pada sumber daya alam yang terbatas serta menopang industri pangan Indonesia yang berorientasikan industri hijau.

Peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap Bungasari Medan, Sumatra Utara oleh Owner dan Founder FKS Group Edy Kusuma, Presiden Komisaris PT Bungasari Flour Mills Indonesia Grant Lutz, Managing Director Malaya Flour Mills Teh Wee Chye, Director Toyota Tshuso Shigeharu Kato, dan Wakil Bupati Deli Serdang HM Ali Yusuf Siregar.

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved