Breaking News:

Pembacokan

Ya Ampun, Siswa SMP Bacok Teman Perempuan Karena tak Terima Pacarnya Dikatai Pendek

Siswa SMP bacok teman perempuan karena tak terima pacarnya dikatai pendek oleh korbannya

HO
S, siswi SMP kena bacok temannya 

TRIBUN-MEDAN.COM,ASAHAN - MF, siswa SMP yang masih berusia 13 tahun nekat bacok teman perempuannya berinisial S, karena sakit hati pacarnya berinisial A dikatai pendek.

Akibat aksi pembacokan ini, bagian kepala S robek ditebas parang.

Menurut Kapolres Asahan, AKBP Roman Smaradhana Elhaj, aksi pembacokan yang dilakukan siswa SMP itu terjadi pada Sabtu (26/11/2022) sore.

Baca juga: TEWAS DIBACOKI, Pemakaman Siswa SMK Negeri 9 Medan Penuh Haru, Pelaku Utama Langsung Ditangkap

Sebelum kejadian, A mengadu pada MF, bahwa dirinya dikatai pendek oleh S.

Karena kesal, MF lantas memendam amarah.

"Saat bertemu dengan korban, pelaku langsung melakukan pembacokan," kata Roman, Senin (28/11/2022).

Ketika ditebas parang, korban menjerit kesakitan.

Pelaku yang panik kemudian melarikan diri ke rumah orangtuanya.

Baca juga: Kapolrestabes Medan Dalami Aksi Tawuran Pelajar yang Disinyalir Didalangi dan Melibatkan OKP

Setelah kejadian, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Orangtua korban lantas membuat laporan ke Polres Asahan.

Begitu menerima laporan ada insiden pembacokan di Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Asahan, polisi pun bergerak mencari pelaku MF.

Dalam waktu singkat, MF kemudian diamankan di rumah orangtuanya. 

Baca juga: Polrestabes Medan Tangkap 5 Pelaku Terkait Tawuran Maut di Medan

"Korban belum bisa dimintai keterangan, karena korban masih dirawat. Pelaku yang masih dibawah umur tetap kami proses. Namun dilakukan diversi terlebih dahulu sebelum dilakukan ke tahap berikutnya," kata Roman.

Ia pun mengimbau kepada seluruh orangtua untuk memantau pergaulan anak-anaknya.

Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali.

Baca juga: Mantan Ketua Geng Motor Dalangi Pembunuhan Pelajar SMK Negeri 9 Medan, Pelaku Menjabat Ketua Desa

Bisa saja, aksi tersebut merenggut nyawa. 

Dalam kasus ini, pelaku bakal disangkakan Pasal 80 ayat 2 Jo pasal 76 C UU RI No 35 tahun 2014, perubahan atas UU RI No 35 tahun tahun 2002 tentang perlindungan anak dan UU RI nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak dengan hukuman 5 tahun penjara. (cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved