Terungkap Penyebab Warga China Minta Xi Jinping Mundur dari Presiden

Di Shanghai, ratusan orang berkumpul melakukan unjuk rasa yang diadakan selama dua hari berturut-turut, Sabtu (26/11/2022).

kolase/ist
Tentara China dan Xi Jinping. 

TRIBUN-MEDAN.com - Ratusan masyarakat China menyerukan agar Presiden Xi Jinping mundur dari jabatannya.

Aksi protes dilakukan menyusul kebijakan ketat soal lockdown yang terjadi selama akhir pekan.

Di Shanghai, ratusan orang berkumpul melakukan unjuk rasa yang diadakan selama dua hari berturut-turut, Sabtu (26/11/2022).

Mereka meneriakkan slogan-slogan seperti Turunkan Xi Jinping dan Turunkan kaisar.

Aksi itu disebut pertama kalinya dilakukan warga terhadap pemimpinnya.

Sebab di China, gerakan protes besar jarang terjadi karena mengkritik pemerintah secara terbuka dianggap ilegal.

Mereka berunjuk rasa dipicu kebakaran mematikan yang terjadi di Urumqi, ibu kota Xinjiang. 

Presiden China Xi Jinping, yang juga sekretaris jenderal Komite Sentral Partai Komunis China dan ketua Komisi Militer Pusat (CMC) dan panglima pusat komando pertempuran gabungan CMC, berbicara selama tur inspeksinya ke pusat komando. Xi Jinping pada hari Jumat menginstruksikan angkatan bersenjata untuk meningkatkan kemampuan tempur dan kesiapan perang mereka. (Xinhua/Li Gang)
Presiden China Xi Jinping, yang juga sekretaris jenderal Komite Sentral Partai Komunis China dan ketua Komisi Militer Pusat (CMC) dan panglima pusat komando pertempuran gabungan CMC, berbicara selama tur inspeksinya ke pusat komando. Xi Jinping pada hari Jumat menginstruksikan angkatan bersenjata untuk meningkatkan kemampuan tempur dan kesiapan perang mereka. (Xinhua/Li Gang) (Xinhua/Li Gang)

Para warga menganggap 10 korban tak bisa diselamatkan karena petugas terlambat tiba di lokasi lantaran terhambat lockdown yang terlalu ketat.

Amarah warga pun menjalar ke beberapa kota lain di China.

Pada Sabtu, demonstran pecah di Shanghai Lebih dari 100 orang turun ke sebuah jalan lokal bernama Urumqi.

Mereka menawarkan lilin dan bunga untuk memberi penghormatan kepada para korban kebakaran.

Menurut video yang beredar, aksi protes juga dilakukan di pusat kota Wuhan, tempat wabah Covid-19 pertama kali terdeteksi pada akhir 2019, kota Shenzhen.

Orang-orang juga menyerukan keluhan mereka tentang langkah-langkah pencegahan Covid-19 yang radikal, menolak kediktatoran dan mendorong upaya demokrasi.

Namun, polisi kemudian turun tangan dan menahan beberapa demonstran, menurut sejumlah saksi dan video.

Seorang pria berusia 20-an yang datang untuk meletakkan bunga di jalan mengatakan dia yakin langkah pembatasan COVID yang diterapkan Pemerintah China terlalu ketat karena penyakitnya sekarang sudah dianggap seperti flu biasa.

Dia juga menyesalkan kurangnya kebebasan berbicara di China.

(*/ Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved