Sidang Ferdy Sambo

RESPONS Kamaruddin Soal Wanita Lain di Rumah Tangga Ferdy Sambo: Masih Ada yang Lain, Seragam Coklat

Kehadiran sosok wanita menangis keluar dari rumah Ferdy Sambo setelah kedatangan Putri Candrawathi mendapatkan respons dari Kamaruddin Simanjuntak

HO
Kamaruddin Simanjuntak memberi ultimatum kepada Putri Candrawathi untuk berkata jujur. Apabila tidak mengungkap secara jujur 

TRIBUN-MEDAN.com - Kehadiran sosok wanita menangis keluar dari rumah Ferdy Sambo setelah kedatangan Putri Candrawathi mendapatkan respons dari Kamaruddin Simanjuntak, pengacara keluarga Yosua Hutabarat. 

Kamaruddin Simanjuntak sebelumnya sudah mengatakan pembunuhan Yosua dilatarbelakangi perselingkuhan Ferdy Sambo dengan wanita-wanita lain. 

Setidaknya pernyataan Kamaruddin terbukti benar. Bharada E mengungkapkan ada melihat wanita menangis keluar dari rumah Ferdy Sambo setelah Putri pulang. 

Lalu, Putri sempat mengitari Jalan Kemang seperti sedang mengintai sesuatu.m

Dalam acara kontroversi di Channel You Tube Metro TV, Jumat 2 Desember 2022, Kamaruddin mengatakan wanita yang menangis dan keluar dari rumah Ferdy Sambo itu adalah salah satu dari beberapa wanita Sambo yang memicu Putri Candrawathi marah.

"Jadi yang menangis itu adalah salah satu. Satunya lagi yang 'piala bergilir', yang wanita cokelat (seragam) itu, dan satunya lagi yang tadi menangis di rumah Bangka," kata Kamaruddin.

Akpol 87 kepadanya ada wanita lain Ferdy Sambo yang berseragam cokelat.

"Jadi maksudnya wanitanya ada lebih dari satu?," tanya pembawa acara.

"Ya lebih dari satu. Yang wanita seragam cokelat itu yang disebut wanita bergilir. Ini yang menginformasikan kepada saya, seorang jenderal juga, Akpol 87," kata Kamaruddin.

Kamaruddin menjelaskan alasan Ferdy Sambo begitu benci kepada Brigadir J atau Yosua karena dianggap memberitahu Putri soal wanita-wanita Sambo.

Padahal kata Kamaruddin, sebagai ajudan Putri Candrawathi, Brigadir J menuruti kemana dan apapun perintah Putri Candrawathi.

Hal itu juga katanya dilakukan Brigadir J sesuai keterangan Bharada E, dimana Putri Candrawathi dengan dikawal Brigadir J dan Mathius berputar-putar di daerah Kemang sebelum ke rumah di Jalan Bangka.

"Itu juga ketika mereka cari-cari sampai menggunakan laras panjang di daerah Kemang itu. Kemudian yang masuk sampai ke rumah Bangka dan di cantik itu menangis," ujar Kamaruddin.

Menurut Kamaruddin, Brigadir J dianggap Ferdy Sambo memberitahu Putri Candrawathi keberadaan wanita-wanitanya.

"Di situlah awalnya dendamnya FS ke Yosua. Dari bulan Juni, Yosua sudah sering diancam. Terbukti sewaktu di Magelang, Ricky Rizal melucuti senjata Yosua. Padahal Kuat Maruf mengancam Yosua dengan pisau tapi tidak dilucuti. Jadi perencanaan pembunuhan itu sudah jauh-jauh hari," ujarnya.

Sumber: Warta kota
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved