Piala Dunia di Kedai Tok Awang
Jepang tanpa Beban, Korea? Ah, Sudahlah
Jepang yang tidak punya beban dianggap lebih punya peluang melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2022 ketimbang wakil Asia lainnya, Korea Selatan.
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
Kalimat Leman Dogol disambut Tok Awang. Kemenangan Jepang dari Spanyol dan Jerman, kemudian lolos ke perdelapan final sebagai juara grup, hematnya, membuat Piala Dunia 2022 “sudah berakhir” untuk “Jepang.
Ibarat kata, Jepang sudah sampai pada “milestone” pertamanya. Pencapaian puncak. Memang masih ada puncak-puncak lain yang bisa digapai, tapi sekiranya pun gagal, rasa-rasanya kegagalan ini akan sangat mudah termaafkan. Tak akan ada caci maki.
“Aku nengok berita kemarin, di Jepang, penjualan jersey tim nasional meningkat drastis. Di mana-mana orang memakai jersey. Enggak di jalan, di mal, bahkan di kantor. Ada kebanggan luar biasa. Situasi ini jadi enak untuk pemain-pemain Jepang. Kalah menang, orang tu udah terlanjur dianggap pahlawan. Kalok nanti pulang, mungkin satu satu akan dikalungi bunga,” ujarnya.
Jontra Polta yang sedari tadi serius berbincang dengan Lek Tuman perihal Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, perihal bagaimana kira-kira bentuk partisipasi yang memungkinkan untuk diikuti nanti, sekonyong-konyong melempar pertanyaan perihal Korea Selatan.
“Udah kutangkap ke mana arah cakap kelen. Jepang masih punya peluang menang walau cumak setipis kulit bawang. Iya, kan? Oke, kita tampung. Cemana Korsel?”
Situasi wakil Asia lain di 16 Besar, Korea Selatan (Korsel), sebenarnya kurang lebih mirip. Keberhasilan lolos dari babak grup disambut gegap gempita di seluruh penjuru negeri. Meski tidak ada Rolls-Royce sebagai hadiah, paling tidak, Pemerintah Korea Selatan lewat Sang Presiden menyampaikan ucapan selamat yang disiarkan secara langsung di saluran-saluran televisi nasional.
Lolos ke 16 besar memang bukan pencapaian terbaik Taegeuk Warriors –julukan Tim Nasional Korea Selatan. Mereka sebelumnya pernah sampai di fase 16 besar pada Piala Dunia 2002. Kala itu, bersama Jepang, mereka menjadi tuan rumah bersama. Kemudian di 2014, Korea lolos ke 16 besar, mendampingi Argentina sebagai runner up grup.
Namun keberhasilan lolos kali ini terasa lebih istimewa lantaran mereka dikepung negara-negara kuat. Portugal yang masih datang dengan Cristiano Ronaldo, Uruguay yang eksplosif, dan Ghana, wakil Afrika yang solid dengan fisik nyaris tanpa cela.
Korea keluar dari kepungan ini dengan sensional dan “penuh gaya”. Di laga pamungkas fase grup, mereka menekuk Portugal 2-1.
Meski begitu, dibandingkan Jepang, potensi peluang Korea untuk melangkah lebih jauh terbilang lebih kecil. Kenapa? Tiada lain tiada bukan lantaran lawannya. Korea harus menghadapi Brasil.
“Yah, apa boleh buat, lah. Memang, ada istilah, nggak ada yang enggak mungkin dalam sepak bola. Keajaiban bisa terjadi kapan saja. Terus, ada juga katanya campur tangan Dewi Fortuna. Cumak menurutku, kalok pun ada keajaiban dan keberuntungan, enggak ada yang kelewatan-kelewatan kali,” ucap Leman Dogol diikuti tawa berderai.
“Brasil kali ini memang nggak ada obat,” kata Jek Buntal menyambung. “Pas lawan Kamerun itu menurutku yang paling sadis. Diganti Si Tite semua pemainnya. Sebelas-sebelasnya diganti. Kalok pun tetap di lapangan tukar posisi. Kayak gitu pun, kelen tengok, masih berasap pemain Kamerun. Saking senangnya bisa nyetak gol, sampek bukak-bukak baju kaptennya. Gak peduli dia kenak kartu merah.”
Brasil, sebagaimana Perancis, tidak menurunkan skuat utama di laga terakhir fase grup kontra Kamerun. Tak tanggung-tanggung, Tite melakukan pergantian di semua lini, dari penyerang sampai penjaga gawang. Para pemain utama dibiarkan duduk ongkang-ongkang di bangku cadangan.
Hanya Marquinhos, Rapinho, dan Bruno Guimaraes yang akhirnya masuk lapangan juga. Eder Militao sebenarnya juga ada di lapangan. Bahkan bermain sejak menit pertama. Hanya saja, dia tidak bermain di posisinya di dua laga sebelumnya.
Tentu saja, pada laga kontra Korea Selatan nanti, Tite akan menurunkan skuat utama. Termasuk Neymar yang harus menepi pascamengalami bengkak angkel khaki kanan di laga kontra Serbia. Neymar sudah terlibat dalam dua sesi latihan terakhir Selecao –julukan Tim Nasional Brasil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jepangmenangss2.jpg)