Sumut Terkini

Pengoplos Minyak Solar Ilegal Raup Keuntungan Rp 830 Juta dalam Sekali Pengiriman ke Luar Sumut

Polda Sumut membeberkan pelaku pengoplos BBM solar ilegal meraup omzet Rp 830 juta sekali kirim BBM oplosan ke luar Sumatera Utara.

TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi (tengah), Kasubdit Gakkum Ditpolairud Kompol Silaban (kanan) dan Direktur Polairud Polda Sumut Kombes Toni saat memaparkan kasus pengiriman BBM solar oplosan yang akan dikirim ke Riau. Dari sini 268 ribu liter disita. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polda Sumut membeberkan pelaku pengoplos BBM solar ilegal meraup omzet Rp 830 juta sekali kirim BBM oplosan ke luar Sumatera Utara.

Sebelumnya, Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Sumut menangkap kapal tanker SPOB Endo Budiarto Bersaudara 05 karena memuat 232 ribu liter BBM jenis solar oplosan.

Tersangka pemilik gudang, Karir Yaman alias Ayen mengaku membeli minyak mentah dari Perlak, Aceh seharga Rp 5.200 per liter.

Kemudian ia menjualnya secara ilegal ke perusahaan seharga Rp 8.200 per liter ke Pekanbaru, Riau.

Dalam kasus ini total BBM oplosan mencapai 268 ribu liter.

Baca juga: Xiaomi 12T 5G Hadir dengan Kamera Utama 108 MP dan RAM 8 GB serta Penyimpanan 256 GB

Sementara kerugian negara akibat penjualan BBM solar oplosan ini rugi Rp 2,197 Miliar.

"Dari yang disampaikan bahwa keuntungan Rp 830 juta rupiah selali memberangkatkan kapal ini,"kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, Senin (5/12/2022).

Sebelumnya, Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Sumut menangkap kapal tanker SPOB Endo Budiarto Bersaudara 05 karena memuat 232 ribu liter BBM jenis solar oplosan dan dua truk tangki bermuatan 34 ribu liter BBM.

Polisi juga menangkap tiga orang tersangka bernama Edy Saputra (34) dan Lesmana Widodo (22) sebagai sopir truk tangki. Kemudian Karir Yaman alias Ayen sebagai pemilik gudang.

Baca juga: 2 Polisi Jatuh Masuk Parit saat Antar Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur, Netter: Respek Pak Polisi

Selain itu polisi masih memburu dua pelaku lainnya.

Atas perbuatannya, tiga pelaku terancam kurungan penjara diatas lima tahun.

"Tindak pidana minyak dan gas (Migas) sebagaimana Pasal 54 UU No 22 tahun 2001 tentang Migas, Pasal 263 ayat dan Pasa 55 KUHP."

(cr25/ tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved