Materi Belajar

Materi Belajar: Macam-macam Stratifikasi Sosial dan Penjelasannya

Macam-macam stratifikasi sosial menjadi pokok bahasan pada pokok bahasan sosiologi dan akan dipaparkan secara lengkap dalam materi berikut ini. 

Tayang:
Penulis: Rizky Aisyah |
Ho / Tribun
Macam-macam Stratifikasi Sosial dan Penjelasannya 

TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN - Macam-macam stratifikasi sosial menjadi pokok bahasan pada pokok bahasan sosiologi dan akan dipaparkan secara lengkap dalam materi berikut ini. 

Setiap lapisan dalam susunan tertentu memiliki sifat dan keseragaman tersendiri. Macam-macam stratifikasi sosial atau bentuk stratifikasi sosial dalam masyarakat diklasifikasikan menjadi tiga kategori: stratifikasi politik, ekonomi, dan sosial.

Stratifikasi sosial menurut kriteria politik

Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria politik adalah pembagian anggota masyarakat menurut tingkat kekuasaan yang dimilikinya. Menurut mac iver, ada tiga pola sistem pelapisan daya yang umum:

a. Tipe kasta

Lapisan kekuatan dengan garis pemisah yang jelas dan keras hampir tidak bisa ditembus, membuat gerakan vertikal menjadi tidak mungkin. Di puncak piramida, kekuasaan diduduki oleh penguasa tertinggi, misalnya raja atau maharaja, dengan lingkungan yang didukung oleh para bangsawan, prajurit, dan pendeta. Tingkat berikutnya dihuni oleh petani dan pekerja perkebunan, dan tingkat rendah terdiri dari para budak.

b. Tipe oligarki

Pembagian strata kekuasaan masih mengakar, namun ada dasar-dasar pembagian kelas sosial yang ditentukan oleh budaya suatu masyarakat, khususnya adanya kesepakatan yang diberikan kepada anggota masyarakat untuk memperoleh kekuasaan tertentu. Perbedaan antara satu lapisan dengan lapisan lainnya tidak begitu kentara. Tipe ini ditemukan dalam masyarakat feodal maju.

c. Tipe demokratis

Lapisan power dengan sekat antar lapisan bersifat fleksibel dan tidak kaku. Faktor terpenting bukanlah bawaan, tapi kemampuan, bahkan terkadang keberuntungan.

Selain pola umum sistem stratifikasi kekuasaan, perlu diperhatikan bahwa sistem stratifikasi kekuasaan yang diterapkan dalam masyarakat feodal semuanya merupakan stratifikasi kekuasaan yang layak diterapkan di lingkungan keraton. Ini dapat digambarkan sebagai cincin kambium.

Raja adalah figur sentral yang penuh kekuasaan dan hak istimewa. Kekuasaan dan hak istimewa yang lebih rendah dari raja dimiliki oleh keluarga kerajaan, dan semakin jauh dari keluarga kerajaan, semakin sedikit kekuasaan dan hak istimewa serta prestise (kehormatan) yang dimiliki seseorang.

Stratifikasi sosial menurut kriteria ekonomi

Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria ekonomi adalah pembedaan anggota masyarakat berdasarkan harta benda, yang biasa disebut dengan kelas sosial. Pembagian kelas ekonomi dibagi menjadi tiga kelompok sebagai berikut.

1. Kelas sosial atas

Kelas sosial atas terdiri dari orang-orang kaya yang dapat memenuhi kebutuhan mereka secara berlebihan. Ciri-ciri golongan atas ini dapat dilihat dari mobil yang mereka gunakan, bentuk rumahnya, gaya pakaiannya, dan kecenderungan olahraganya.

2. Kelas menengah

Kelas sosial menengah terdiri dari kelompok affluent yang dapat memenuhi kebutuhan dasar (primer) seperti sandang, pangan, dan papan. Tetapi kelas sosial ini tidak dapat mencapai apa yang dicapai oleh kelas sosial yang lebih tinggi.

3. Kelas sosial yang lebih rendah

Kelas sosial yang lebih rendah terdiri dari orang miskin dan kebutuhan primer mereka tidak dapat dipenuhi. Ciri masyarakat kelas bawah adalah mereka biasanya menganggur, pekerja kecil-kecilan, tetapi tidak mampu menyekolahkan anaknya ke pendidikan yang lebih tinggi.

Bentuk stratifikasi sosial lainnya didasarkan pada faktor ekonomi lain, yaitu bentuk kepemilikan tanah di lingkungan pertanian Indonesia. Bentuk lapisannya adalah:

a. Petani pemilik tanah

Petani yang memiliki tanah ini dibagi menjadi beberapa kelas:

- Seorang petani memiliki lebih dari 2 hektar tanah.

- Petani yang memiliki lahan 1-2 hektar.

- Petani yang memiliki lahan antara 0,25 dan 1 hektar.

- Petani yang memiliki lahan kurang dari 0,25 hektar.

b. Petani penyewa dan petani penggarap

Petani dan petani penggarap adalah orang yang menyewa tanah dan menggarap tanah milik petani lain (biasanya menggunakan sistem bagi hasil).

c. Buruh tani

Buruh tani adalah buruh yang bekerja pada tuan tanah, petani penggarap, petani penggarap, atau pedagang (peneva) yang biasa membeli beras dari sawah.

Stratifikasi status sosial

Kelas-kelas dalam masyarakat muncul karena adanya perbedaan status berdasarkan kehormatan. Di satu sisi ada kelas sosial yang memiliki status lebih tinggi dan dapat dihormati, sementara di sisi lain ada kelas yang kurang terhormat. Kelas yang dihormati biasanya eksklusif dan membatasi pergaulan dengan kelas sosial yang lebih rendah.

Status sosial didasarkan pada kehormatan dalam masyarakat berupa kelas aristokrat di satu pihak dan para pengikutnya di pihak lain. Stratifikasi sosial didasarkan pada kriteria pendidikan. Karena masyarakat sangat menghargai pendidikan sehingga orang yang berpendidikan tinggi pun ditempatkan pada kedudukan yang tinggi.

Stratifikasi sosial di bidang pendidikan terbuka. Artinya, jika Anda memiliki kemampuan dan mencapainya, Anda bisa naik ke level yang lebih tinggi. Stratifikasi pelatihan dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian, antara lain:

a. Pendidikan sangat tinggi, contohnya adalah antara lain doktor dan profesor.

b. Pendidikan tinggi, contohnya adalah antara lain sarjana dan mahasiswa.

c. Pendidikan menengah adalah mereka yang menduduki bangku SMA.

d. Pendidikan rendah adalah mereka yang berpendidikan hanya sampai tingkat SD dan SMP.

e. Pendidikan berpendidikan atau buta huruf.

(cr30/tribun-medan.com)

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved