Kasus Mutilasi

Update Kasus Mutilasi Humbahas, Harapan Munthe Bunuh Sadis Nurmaya Situmorang, Ini Kata Polisi

Pukul 19.00 Wib tersangka HM memotong leher korban NS hingga terputus dengan menggunakan sebilah pisau setelah itu memasukkannya ke dalam karung.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
HO
Kolase foto Nurmaya Situmorang yang dimutilasi oleh suaminya Harapan Munthe. 

TRIBUN-MEDAN.com, DOLOKSANGGUL - Kasat Reskrim Polres Humbang Hasundutan AKP Master mengutarakan, pihaknya kini melengkapi berkas untuk pelimpahan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Humbang Hasundutan.

"Belum pelimpahan, kita masih lengkapi berkasnya," ujar AKP Master Purba, Rabu (7/12/2022).

Hingga saat ini, pihak Polres belum gelar rekonstruksi terkait kasus mutilasi tersebut.

Baca juga: Amarah Wali Kota Bobby Nasution Meledak, Balik Ancam akan Merubuhkan Semua Warung

Sebelumnya, dalam keterangannya, Kapolres Humbahas AKBP Achmad Muhaimin menjelaskan proses pembunuhan dengan cara mutilasi di Humbahas.

Pelakunya adalah Harapan Munte (44) dan korban adalah istri dari pelaku yakmi Nurmaya Situmorang (43).

Pada saat konferensi pers yang diselenggarakan pada Senin (14/11/2022), ia menguraikan perihal kasus pembunuhan berencana tersebut terjadi di Lumban Sionang, Desa Pasaribu, Kecamatan Dololsanggul, Kabupaten Humbahas.

Ia yang didampingi Kasat Reskrim AKP Master Purba Tanjung menjelaskan, penyebab ataupun motif tersangka HM merasa sakit hati terhadap korban NS.

Baca juga: Amarah Gubernur Edy Rahmayadi Meledak soal Viral Anggota DPRD Berjudi: Pecat, Mau Siapapun Dia

"Pengakuan HM, korban NS berkata kasar atau sering memaki pelaku dan perlakuan yang tidak layaklah katanya,” ujar AKBP Achmad.

Kapolres Humbahas juga menjelaskan cara tersangka melakukan pembunuhan. Proses pembunuhan berlangsung sejak Jumat (11/11/2022). Awalnya, pelaku bawa korban ke kamar dan menghabisi nyawa korban dalam kamar.

"Pada hari Jumat (11/11/2022), pukul 10.00 WIB, tersangka HM mengunci korban NS di dalam kamar, setelah itu tersangka HM mengambil pisau dan kembali masuk kedalam kamar," tuturnya.

Baca juga: WC Duduk DPRD Deli Serdang Bikin Heboh dan Tawa, Dibangun Hadap-hadapan

"Kemudian tersangka HM mencekik korban (NS) dan menusuk pisau sebanyak 1 kali ke bagian leher sebelah kanan korban NS," sambungnya.

Kemudian, tersangka HM menyeret tubuh korban NS ke dapur dengan cara menarik kedua kaki. Sesampai didapur tersangka HM kembali menusuk badan bagian dada korban NS sebanyak 2 kali.

"Pukul 19.00 Wib tersangka HM memotong leher korban NS hingga terputus dengan menggunakan sebilah pisau setelah itu memasukkannya ke dalam sebuah karung," terangnya.

Ia melanjutkan, pukul 23.00 WIB, tersangka HM memotong tubuh korban NS bagian tangan, kemudian mencuci potongan tangan dan memasukkan kedalam panci berikan air dengan menambahkan garam beserta kedalam panci untuk direbus.

"Pada Sabtu (12/11/2022) pukul 03.40 WIB, tersangka HM memotong bagian kaki kanan dan kaki kiri korban NS dengan menggunakan sebuah buah kampak hingga terputus," ungkapnya.

"Kemudian pukul 07.15 WIB tersangka HM membungkus kedua kaki korban NS menggunakan selimut dan dimasukkan ke dalam 1 karung plastik. Kemudian membawanya ke belakang rumah tersangka HM untuk dibakar menggunakan 1 buah mancis," lanjutnya.

Penyidik telah menetapkan HM sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan.

"Berdasarkan keterangan saksi saksi dan petunjuk, bahwa tersangka HM di duga keras telah melakukan dugaan tindak pidana 'mengilangkan nyawa orang lain' terhadap korban NS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 subs 338 dari KUHPidana dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved