Viral Medsos

Coba Bubarkan Parlemen, Presiden Peru Dicopot dan Ditahan, Presiden Martin Juga Bernasib Sama 2021

Sesaat sebelum pemungutan suara pemakzulan, Castillo mengumumkan pemerintahan darurat baru dan menyatakan akan memerintah dengan keputusan mandiri

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
VIA KOMPAS.COM
Wapres Dina Boluarte naik tahta menjadi Presiden Baru Peru setelah Pedro Castillo Dimakzulkan: Pedro Castillo dituduh sebagai pemberontak negara dan melanggar konstitusi setelah memicu krisis konstitusional yang parah pada Rabu (7/12/2022). Kini Wapres Peru Dina Boluarte naik tahta menjadi Presiden Baru. (AP PHOTO/MARTIN MEJIA VIA KOMPAS.COM) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden Peru Dimakzulkan dan Ditahan karena Mencoba Bubarkan Parlemen.

Presiden Peru dicopot (dimakzulkan) dari jabatannya oleh Kongres, kemudian ditangkap aparat kepolisian. Ia dituduh sebagai pemberontak negara dan melanggar konstitusi setelah memicu krisis konstitusional yang parah pada Rabu (7/12/2022).

Krisis politik itu terjadi usai pemimpin negara Amerika Latin tersebut berusaha membubarkan badan legislatif dan mengambil kendali sepihak atas pemerintahan.

Wakil Presiden (Wapres) Dina Boluarte menggantikan Pedro Castillo dan menjadi pemimpin wanita pertama dalam sejarah republik, setelah berjam-jam perselisihan antara legislatif dan presiden yang berusaha mencegah pemungutan suara pemakzulan.

Boluarte, seorang pengacara berusia 60 tahun, menyerukan konsiliasi politik dan pembentukan pemerintah persatuan nasional.

“Yang saya minta adalah ruang, waktu untuk menyelamatkan negara,” kata wanita yang fasih berbahasa Spanyol dan Quechua itu, sebagaimana dilansir AP pada Kamis (8/12/2022).

Pedro Castillo dimakzulkan
Presiden Peru Pedro Castillo Dimakzulkan: Pedro Castillo dituduh sebagai pemberontak negara dan melanggar konstitusi setelah memicu krisis konstitusional yang parah pada Rabu (7/12/2022). Kini Wapres Peru Dina Boluarte naik tahta menjadi Presiden Baru. (AP PHOTO/MARTIN MEJIA VIA KOMPAS.COM)

Proses Pemakzulan Castillo

Anggota parlemen memberikan suara 101-6 dan 10 abstain untuk mencopot Castillo dari jabatannya karena alasan "ketidakcakapan moral permanen."

Dia meninggalkan istana kepresidenan dengan mobil yang membawanya melewati pusat kota bersejarah Lima.

Pria 53 tahun itu kemudian memasuki kantor polisi dan beberapa jam selanjutnya jaksa federal mengumumkan bahwa Castillo ditangkap atas tuduhan pemberontakan, karena diduga melanggar perintah konstitusional.

Saksi melihat beberapa bentrokan skala kecil antara polisi dan beberapa pengunjuk rasa yang berkumpul di dekat kantor kepolisian.

"Kami mengutuk pelanggaran tatanan konstitusional," kata jaksa federal dalam sebuah pernyataan.

“Konstitusi politik Peru mengabadikan pemisahan kekuasaan dan menetapkan bahwa Peru adalah Republik yang demokratis dan berdaulat… Tidak ada otoritas yang dapat menempatkan dirinya di atas Konstitusi dan (semua) harus mematuhi mandat konstitusional.”

Dina Boluarte terpilih sebagai wakil presiden dalam kontestasi politik kepresidenan yang membawa Castillo berkuasa pada 28 Juli 2021.

Selama pemerintahan singkat Castillo, Dina Boluarte sempat menteri pembangunan dan inklusi sosial.

Wapres Peru Dina Boluarte naik tahta menjadi Presiden Baru Peru
Wapres Dina Boluarte naik tahta menjadi Presiden Baru Peru setelah Pedro Castillo Dimakzulkan: Pedro Castillo dituduh sebagai pemberontak negara dan melanggar konstitusi setelah memicu krisis konstitusional yang parah pada Rabu (7/12/2022). Kini Wapres Peru Dina Boluarte naik tahta menjadi Presiden Baru. (AP PHOTO/MARTIN MEJIA VIA KOMPAS.COM)
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved