Piala Dunia di Kedai Tok Awang

Hakimi ‘Doa Ibu’, Rumor Ronaldo, Harap-harap Cemas Harry Maguire

Mampukah Maroko menjadi negara Afrika pertama yang menjejakkan kaki di semi final piala dunia? Bagaimana pula laga klasik Inggris versus Perancis?

Tayang:
Penulis: T. Agus Khaidir | Editor: T. Agus Khaidir
AFP/Fadel Senna
CIUMAN IBU - Pemain Tim Nasional Maroko Achraf Hakimi (kanan) mendapatkan ciuman dari ibunya usai pertandingan Babak Penyisihan Grup F Piala Dunia 2022 kontra Belgia di Al-Thumama Stadium, Doha, Qatar, 27 November 2022. Maroko akan menghadapi Portugal pada babak Perempat Final Piala Dunia 2022 yang digelar Sabtu (10/12/2022) malam WIB. 

Rumor ini terbantahkan. Ronaldo tetap bersama skuat. Ia ikut dalam sesi latihan, dan sepanjang sesi itu, sama sekali tidak kelihatan dirinya sedang menyimpan kemarahan kepada Santos. Ronaldo tetap semangat, tetap ceria. Beberapa kali ia melepas tawa.

Sebelumnya, lewat unggahan di media sosialnya yang memiliki ratusan juta pengikut (500 juta di Instagram, 154 juta di Facebook, dan 105 juta di Twitter), Ronaldo menuliskan sanggahan atas rumor tersebut dengan kalimat yang sangat bijak. Bilangnya, saat ini, yang ada dalam benaknya adalah Portugal, dan oleh sebab itu memilih mengesampingkan hal-hal yang bersifat pribadi.

“Agak bijaksana kali ini Ronaldo. Udah nampak, lah, memang orang tuanya,” kata Leman Dogol, lalu tertawa-tawa lagi.

Kalok begini ceritanya, Maroko harus siap-siap, H2C, lah, Ketua. Harap-harap cemas,” sahut Sudung.

Kalimat Sudung langsung disergah Tamsil Kalimaya. “Salah kau, Dung. Yang harap-harap cemas itu pendukung Inggris. Sampek sejauh ini memang masih paten main orang tu. Asal jangan pas lagi genting-gentingnya kayak gini, bikin blunder pulak Si Maguire. Tekubur lagi, lah, mimpi coming home Inggris.”

Harry Maguire boleh jadi merupakan satu di antara anomali terbesar sepak bola dalam setidaknya satu dekade terakhir. Ia kerap menjadi lelucon kala berseragam klub. Terutama sekali Manchester United [Maguire terbilang bagus saat masih memperkuat Leicester City]. Betapa tidak, alih-alih aksi ciamik, Maguire justru lebih diingat dari blunder-blundernya.

MAGUIRE - (Foto Kombo) Harry Maguire kala berseragam Tim Nasional Inggris dan Manchester United. Inggris dan Prancis akan berlaga pada babak Perempat Final Piala Dunia 2022 yang digelar Minggu (11/12/2022) dini hari WIB.
MAGUIRE - (Foto Kombo) Harry Maguire kala berseragam Tim Nasional Inggris dan Manchester United. Inggris dan Prancis akan berlaga pada babak Perempat Final Piala Dunia 2022 yang digelar Minggu (11/12/2022) dini hari WIB. (AFP/Kirill KUDRYAVTSEV/Lindsey Parnaby)

Satu video pendek yang beredar luas di Twitter dan TikTok, menguatkan “kedudukan” Maguire sebagai “pelawak lapangan hijau”. Seorang anggota parlemen di Ghana bernama Isaac Adongo, menjadikannya sebagai analogi saat mencoba memapar perihal kebijakan ekonomi negara itu.

Menurutnya, Pemerintah Ghana sedang melakukan apa yang disebutnya sebagai ‘Economic Maguire’, ‘Economi Own Goal’ alias sistem Ekonomi Bunuh Diri. “You know, Mister Speaker. When even the opponent fail to score, Maguire would score for them.”

Namun di Tim Nasional Inggris, cerita Maguire jadi berbeda. Walau terus mendapatkan kritik dan bahkan ejekan, Gareth Southgate, bos Three Lion –julukan Tim Nasional Inggris– tetap memanggilnya dan –bahkan– menggaransi tempatnya di tim utama.

Hasilnya sama sekali tidak mengecewakan. Paling tidak sampai babak perdelapan final, dengan Maguire berdiri sebagai benteng pertahanan, gawang Inggris baru kebobolan dua kali. Maguire turun di semua pertandingan, berduet dengan John Stone.

Pertanyaannya, apakah Maguire akan tetap digdaya di hadapan Prancis?

“Aku nengok Maguire ini yakin tak yakin. Ngeri-ngeri sedap. Apalagi lawannya Prancis pulak,” kata Tok Awang dari balik steling. “Soalnya dari penyisihan belum ada ketemu penyerang yang betul-betul kencang dan tajam. Nah, nanti yang dihadapi dia, kelen tengok, lah. Ada Greizmann, ada Dembele, ada Giroud. Ada Mbappe jugak. Bisa berasap dia.”

Jek Buntal, Jontra Polta, Tamsil Kalimaya, Mak Idam, Zainuddin, kurang lebih sepakat dengan Tok Awang. Hanya Leman Dogol yang agak berbeda. Menurutnya, perkara Maguire tidak menjadi faktor utama kemenangan dan kekalahan Inggris. Menurutnya, yang lebih krusial adalah suporter Barcelona.

“Setelah Spanyol pulang, daripada tak soor menonton gitu-gitu saja, suporter-suporter Barcelona mendukung tim-tim negara yang tersisa. Semalam mereka dukung Brasil. Mungkin sekarang mereka dukung Inggris.”

“Nggak ngerti saya maksudmu, Man. Kita bicara Inggris dan Prancis, kok, tiba-tiba ke suporter Barcelona. Apa hubungannya?” tanya Zainuddin.

Leman Dogol memasang tampang serius. “Begini, Pak Guru. Intinya, suporter-suporter di luar Barcelona, jangan pernah mau kalok mereka sok-sokan ikut mendukung. Karena sudah sering terbukti, yang didukung itu rata-rata kalah. Chelsea kalah, PSG kalah, City kalah, Liverpool kalah, semalam Brasil jugak kalah. Bawa sial orang tu, perlu diupa-upa, dikasih mandi bunga tujuh rupa.” (t agus khaidir)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved