Lewat HR Summit, AAJI Ingatkan Pentingnya Digitalisasi Industri Asuransi Jiwa
AAJI menyelenggarakan Human Resource (HR) Summit dengan tema “Future of Work” di Hotel Shangri-La, Kota Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2022).
“Covid-19 telah mengubah secara signifikan bagaimana dunia bekerja, teknologi mengambil peran lebih dominan, dan setiap individu harus dapat dengan cepat beradaptasi,” ujar Stephen.
Kemudian, Chief Operating Officer (COO) HONO HR asal India Randeep Singh melanjutkan sesi diskusi dengan materi “People Analytics”.
Dalam materi tersebut, ia mengungkapkan, perubahan yang diberikan dari adanya pergantian zaman dan tren harus membuat seorang praktisi HR lebih paham bahwa karyawan adalah salah satu “aset” paling berharga yang harus dikembangkan dengan baik.
“HR harus mampu melakukan collect data untuk para karyawan dan mengolahnya hingga dapat mengembangkan bakat dari seorang karyawannya (employee development),” ujar Randeep.
Menurutnya, strategi pengembangan karyawan yang dipikirkan dengan cermat penting diterapkan dalam berbagai tingkatan.
Randeep yakin bahwa strategi pengembangan yang dijalankan dengan baik dapat menghasilkan banyak manfaat bagi semua pihak, termasuk karyawan, manajer SDM, hingga organisasi yang terlibat.
Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Candy Dai dan Isdar Andre Marwan (PT Mercer Indonesia) dengan tema “Key People Consideration in Merger and Acquisition and Separation and Talent Trend”.
Pada sesi tersebut, keduanya membahas bagaimana memahami perubahan ranah talenta industri asuransi agar bisa mengikuti situasi dan permintaan global.
Mereka menjelaskan bahwa para praktisi SDM pada 2022 sedang menghadapi berbagai tantangan, salah satunya upaya peningkatan kecepatan dalam berinovasi untuk beradaptasi pada era digital.
Insurance technology (insurtech) saat ini telah hadir pada industri asuransi. Hal ini menjadi salah satu strategi dalam peningkatan fokus pada pelanggan, teknologi terdepan, penawaran yang lebih fleksibel, dan tarif yang lebih baik.
Meski demikian, kehadiran insurtech dapat menjadi tantangan bagi para individu tradisional yang memaksa untuk memikirkan kembali strategi untuk dapat bertahan di era digital.
Adapun rangkaian pemaparan dari berbagai pembicara itu kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang mengambil model focus group discussion (FGD).
Para peserta dibagi menjadi empat kelompok, yakni Culture and Job Fit, Productivity and Rewards, Development, dan Well-Being.
Sementara itu, Perwakilan Dewan Pengurus dan Ketua HR Forum Industri Asuransi Jiwa berharap, kehadiran HR Summit dapat menjadi wadah para praktisi HR dalam upaya peningkatan SDM.
“Diskusi hari ini diharapkan dapat menjawab akan kebutuhan industri dalam peningkatan SDM yang mampu berinovasi berbasis digital,” ucapnya sebagai kata penutup acara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/HR-Summit-2022.jpg)