Berita Viral

Malangnya Nasib Bocah Ini, Kemaluannya Terpotong Saat Sunatan Massal

Kemaluan bocah itu terpotong saat mengikuti sunat massal pada acara syukuran di salah satu klinik di Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuansing

Tayang:
HO / Tribun Medan
Malangnya Nasib Bocah Ini, Kemaluannya Terpotong Saat Sunatan Massal 

Penis yang tidak disunat lebih rentan terhadap perkembangan bakteri. Pasalnya, kulit kulup yang tidak diangkat dapat menjadi tempat berkumpulnya kotoran. Bila dibiarkan, kotoran tersebut dapat menumpuk dan menyebabkan infeksi pada organ reproduksi pria.

Laki-laki yang tidak disunat harus membersihkan penisnya dengan benar – termasuk saat menarik kulit kulup. Pastikan tidak ada sisa-sisa sabun yang terperangkap di dalam kulit kulup. Sebab jika tidak, ini bisa menyebabkan iritasi pada kulit sensitif di kepala penis.

"Pada pria yang tidak disunat, risiko kanker penis juga meningkat karena kebersihan yang buruk," kata dr Arry kepada Kompas.com, Rabu (3/3/2021).

"Kejadian balanopostitis atau peradangan di area glans penis lebih tinggi pada pria yang tidak disunat, antara 3-10 persen."

Oleh karena itu, Arry menyarankan sirkumsisi atau sunat bagi anak laki-laki untuk menghindarkan risiko penyakit di masa depan.

"Sirkumsisi menurunkan risiko terjadinya penyakit yang ditularkan secara seksual. Risiko pria yang disunat untuk tertular penyakit HIV berkurang hingga 70 persen," jelasnya.

"Begitu pula insiden kanker penis dan insiden HIV, lebih rendah pada populasi dengan masyarakat yang disunat," sebutnya.

(*/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved