Breaking News:

Larangan Permainan Lato lato

Dinas Pendidikan Kota Siantar Larang Permainan Lato-lato Karena Berbahaya Terhadap Anak

Dinas Pendidikan Kota Siantar tegas melarang permainan lato-lato karena dianggap membahayakan

Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO
Seorang pedagang lato-lato sedang berjualan di simpang Jalan Juanda, Kota Medan, Selasa (3/1) sore. Permainan anak-anak yang sedang viral ini dijual dengan harga Rp 20 ribu per buah dan sangat diminati disemua usia. 

TRIBUN-MEDAN.COM,SIANTAR- Dinas Pendidikan Kota Siantar menegaskan, pihaknya melarang permainan lato-lato karena dianggap membahayakan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Siantar, Rudolf Barmen Manurung mengatakan, permainan lato-lato dilarang untuk dimainkan di seluruh sekolah yang ada di Kota Siantar

Menurut Rudolf, adanya larangan tersebut berkaitan dengan potensi bahaya yang ditimbulkan dibanding efek positifnya terhadap anak.

Baca juga: Sepi Job, Ucok Baba Kini Jualan Lato-lato di Pinggir Jalan: Semua Kita Jadikan Duit

Kepada Tribun Medan, Jumat (13/1/2024), Rudolf mengatakan, sejak adanya lato-lato, banyak anak meninggalkan permainan games online.

Anak-anak kembali berinteraksi dengan sesama dalam permainan yang mengasah keseimbangan tersebut.

Namun, Rudolf khawatir, beberapa kasus permainan lato-lato yang berujung melukai anak-anak itu sendiri. 

“Menurut hemat kita berdasarkan beberapa masalah di daerah, itu (permainan) membahayakan. Lebih banyak risikonya daripada efek positifnya. Kita mengimbau kepada siswa melalui kepala sekolah untuk meniadakan lato-lato di lingkungan sekolah,” kata Rudolf.

Baca juga: Kabar Terkini Ucok Baba, Sepi Job hingga Banting Setir Jual Mainan Lato-lato di Pinggir Jalan

Larangan permainan Lato-lato dimuat dalam surat edaran Dinas Pendidikan Kota Siantar bernomor 400.3.6.4/ 482/ Disdik-Paud Dikdas/I/ 2023 Tentang Larangan Membawa dan Memaikan Lato-lato di lingkungan sekolah.

Surat larangan bermain lato-lato ditandatangani langsung Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Siantar, Rudolf Barmen Manurung pada Selasa (10/1/2023) kemarin, dengan tembusan kepada Wali Kota Pematang Siantar Susanti Dewayani.

Baca juga: Disdik Medan Pastikan Tidak Ada Larangan Siswa Bawa Permainan Lato-Lato Ke Sekolah 

Adapun dalam surat tersebut berbunyi ‘Dalam rangka menjaga keselamatan peserta didik di lingkungan sekolah, maka bersama ini kami sampaikan kepada saudara Kepala PAUD, SD, dan SMP Negeri dan Swasta di lingkungan binaan Dinas Pendidikan Kota Pematang Siantar agar melarang serta melakukan pengawasan kepada peserta didik, untuk tidak membawa serta memainkan lato-lato di sekolah’.

“Demikian kami sampaikan untuk dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab. Atas perhatian kami ucapkan terima kasih,” bunyi surat tersebut. (alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved