Materi Belajar

Pengertian Puisi, Ciri-ciri Puisi dan Jenis Puisi

Pengertian Puisi, Ciri-ciri Puisi dan Jenis Puisi akan dibahas pada materi Bahasa Indonesia berikut ini.

Penulis: Rizky Aisyah |
HO / TRIBUN
Pengertian Puisi, Ciri-ciri Puisi dan Jenis Puisi 

TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN – Pengertian Puisi, Ciri-ciri Puisi dan Jenis Puisi akan dibahas pada materi Bahasa Indonesia berikut ini.

Pengertian puisi

Puisi adalah tulisan atau karangan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan mengutamakan keindahan kata-kata. Puisi dapat mengungkapkan berbagai emosi, mulai dari kerinduan kepada Sang Pencipta, hingga kegelisahan, hingga peninggian, yang diungkapkan dalam bahasa yang indah.

Puisi adalah bentuk sastra yang populer karena diungkapkan dalam bahasa yang indah dan bersifat imajinatif. Puisi sering dianggap sebagai rangkaian kata yang menggambarkan perasaan seorang penulis atau penyair. Pesan yang ingin disampaikan penyair tersusun dari kata-kata indah yang berbeda dengan bahasa sehari-hari.

Dalam sebuah karya puisi, makna sangatlah penting. Seindah apapun sebuah kata, tidak ada artinya jika maknanya tidak tersampaikan. Oleh karena itu, untuk lebih memahami makna puisi, perlu diketahui berbagai jenis puisi.

Ciri-ciri puisi

Oleh karena itu, untuk dapat menulis puisi perlu diketahui ciri-ciri puisi berikut ini.

  1. Gunakan pilihan kata yang indah
  2. Penggunaan diksi menarik perhatian pada rima dan sajak.
  3. Terdiri dari bait dan baris
  4. Gunakan majas dengan makna kiasan
  5. Ini memiliki surat kuasa yang dapat menjadi pelajaran bagi pembaca.

Jenis puisi

Puisi dapat dibagi menjadi beberapa jenis, seperti puisi epik, puisi lirik, dan puisi naratif, tergantung pada cara penyair mengungkapkan pemikirannya. Nah, simak penjelasannya.

1. Puisi naratif

Puisi naratif menceritakan kisah atau penjelasan penyair. Puisi-puisi ini terdiri dari dua jenis: balada dan roman.

Balada

Sebuah puisi yang menceritakan kisah seorang pria hebat atau idola. Contohnya adalah Ballad of Lovers and Blues for Bonnie karya WS Rendra.

Romansa

Jenis puisi naratif ini menggunakan bahasa romantis yang memuat kisah cinta yang diselingi dengan perkelahian dan petualangan. Rendra juga banyak menulis roman. Kirdjomuljo menulis roman dengan kisah petualangan berjudul "Travel Romance". Kisah cinta ini juga bisa berarti cinta tanah air seperti puisi Ramadhan K.H.

2. Puisi lirik

Puisi jenis ini dibagi menjadi beberapa jenis: elegi, ode dan serenada.

Elegi

Puisi yang mengungkapkan kesedihan. Misalnya, Elegi Jakarta karya Asrul Sani mengungkapkan perasaan sedih yang dirasakan di kota Jakarta.

Serenada

Puisi cinta yang bisa kamu nyanyikan. Kata "serenada" berarti nyanyian yang pantas dinyanyikan saat senja. Rendra banyak menggubah serenade dalam Empat Kumpulan Puisi. Misalnya, "serenada hitam", "serenada biru", "serenada merah muda", "serenada ungu", "serenada abu-abu", dll. Warna-warna dibalik serenade melambangkan sifat lagu cinta, ada yang bahagia, ada yang sedih, ada yang kecewa.

Ode

Sebuah puisi yang memuji seseorang, benda, atau situasi. Banyak ode, seperti Teratai (oleh Sanusi Pane), Diponegoro (oleh Chairil Anwar), dan Ode to Proclaimers (oleh Leon Agusta), telah ditulis untuk menghormati tokoh-tokoh yang dihormati.

3. Puisi deskriptif

Dalam puisi jenis ini, penyair berperan sebagai orang yang memberikan kesan terhadap suatu situasi/peristiwa, objek, atau suasana hati yang seolah-olah menarik perhatiannya. Puisi yang termasuk dalam jenis puisi naratif, seperti sindiran dan kritik sosial.

Satire

Puisi yang mengungkapkan ketidakpuasan penyair terhadap situasi tertentu tetapi menyindir atau menyatakan situasi sebaliknya.

kritik sosial

Puisi yang mengungkapkan ketidakpuasan penyair terhadap situasi atau orang, tetapi mengungkapkan ketimpangan atau ketidakteraturan situasi atau orang tersebut. Kesan penyair juga bisa kita hayati dalam puisi impresionistik, yang mengungkapkan kesan penyair terhadap sesuatu.

Bentuk-bentuk puisi

Menurut bentuknya, puisi dibagi menjadi dua jenis:

1. Puisi Lama

Puisi lama adalah puisi yang masih terikat aturan seperti rima, susunan tiap bait, jumlah kata dalam tiap susunan, dan musikalitas. Misalnya Pantun, Puisi, Gurindam, Karmina, Mantra, Seloka, Talibun, dll.

2. Puisi baru

Puisi baru adalah bentuk puisi yang lebih bebas yang tidak terikat pada aransemen dalam penciptaan puisi. Contohnya termasuk balada, ratapan, himne, epigram, odes, roman, dan sindiran.

(cr30/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved