Materi Belajar

Pengertian Teks Editorial dan Ciri-ciri Teks Editorial

Pengertian Teks Editorial dan Ciri-ciri Teks Editorial akan dibahas pada materi Bahasa Indonesia berikut ini.

Tayang:
Penulis: Rizky Aisyah |
HO / TRIBUN
Pengertian Teks Editorial dan Ciri-ciri Teks Editorial 

TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN – Pengertian Teks Editorial dan Ciri-ciri Teks Editorial akan dibahas pada materi Bahasa Indonesia berikut ini.

Pengertian teks editorial

Teks editorial adalah teks yang berisi pendapat pribadi redaksi terhadap masalah atau isu yang aktual. Isu dapat mencakup isu politik, isu sosial, dan isu ekonomi. Penting untuk diingat bahwa tajuk rencana berbeda dengan opini karena tajuk rencana memuat pendapat pribadi redaktur, bukan pendapat penulis.

Fungsi teks editorial adalah untuk mempengaruhi dan membujuk pembaca. Oleh karena itu, teks editorial berfungsi untuk merangsang pemikiran pembaca tentang isu atau masalah yang muncul dalam kehidupan. Bahkan, terkadang teks editorial dapat memacu pembaca untuk bertindak.

Ciri-ciri teks editorial

Teks editorial memiliki beberapa ciri-ciri yakni:

1. Aktual dan faktual

Teks harus memunculkan informasi yang hangat diperdebatkan di masyarakat. Jangan lupa. Informasi harus tetap menyajikan apa yang terjadi.

2. Sistematis dan Logis

Penyusunan teks editorial harus sistematis. Artinya, teman-teman, Anda harus mematuhi aturan struktur dan bahasa. Teks juga harus logis. Dengan kata lain, itu harus bermakna dan tidak imajinatif.

3. Argumentatif

Sebagaimana dinyatakan di awal artikel ini, bahwa teks editorial memuat pendapat pribadi editor. Artinya, teks ini menyajikan argumen dari sudut pandang editor.

Struktur teks editorial

Struktur teks editorial terdiri dari tiga bagian: pernyataan pendapat (tesis), argumen dan pernyataan kembali. Deskripsi lengkap berikut.

1. Permyataan pendapat (tesis)

Sertakan sudut pandang penulis tentang masalah yang diangkat. Berupa pernyataan atau teori yang diperkuat dengan argumen.

2. Arhumentasi

Suatu bentuk alasan atau bukti yang digunakan untuk memperkuat pernyataan tesis. Bisa berupa pernyataan umum, data penelitian, pernyataan ahli, atau fakta yang dapat dipercaya.

3. Penegasan ulang pendapat (reiteration)

Sertakan penguatan pendapat yang didukung oleh fakta di bagian Argumen.

Kaidah kebahasaan teks editorial

Kaidah kebahasaan teks editorial terdiri dari kata keterangan, kata sambung dan kata kerja. Nah, verba dalam teks editorial dibagi lagi menjadi verba material, verba relasional, dan verba mental.

1. Adverbia

Keterangan teks editorial. Secara umum, sering kata keterangan yang sering muncul dalam teks editorial. Frequent adverb yang mendeskripsikan makna berhubungan dengan tingkat frekuensi kemunculan sesuatu yang dijelaskan oleh adverb. Contohnya adalah kata-kata selalu, biasanya, sering, kadang-kadang, jarang, dan sebagian besar waktu.

2. Konjungsi

Konjungsi adalah kata penghubung. Biasanya ada banyak konjungsi antar kalimat, seperti even, fact, dan actual.

3. Verba material

Kata kerja yang menunjukkan tindakan atau peristiwa fisik. Misalnya membaca, menulis, memukul.

4. Verba relasional

Verba yang mengungkapkan hubungan antara kekuatan (memahami bahwa A adalah B) dan kepemilikan (termasuk makna bahwa A memiliki B).

5. Verba mental

adalah kata kerja yang menerapkan persepsi (melihat, merasakan), afeksi (suka, peduli) dan kognisi (berpikir, mengerti).

(cr30/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved