Berita Dairi

Bayi Meninggal Karena Dokter Tak Ada, Ketua PKB Dairi Sindir Akreditasi Paripurna RSUD Sidikalang

Pasangan suami istri asal Dusun III Lae Pinang Desa Bintang Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi harus merelakan buah hatinya meninggal dunia

Ho / Tribun Medan
Anggota DPRD Dairi dari Partai PKB, Alfriansyah Ujung (baju putih) menjenguk pasien, Rahmadayanti br Ujung saat berada di RSUD Sidikalang, Selasa (10/1/2023)  

TRIBUN-MEDAN.COM, SIDIKALANG - Pasangan suami istri asal Dusun III Lae Pinang Desa Bintang Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi harus merelakan buah hatinya meninggal dunia saat berada di dalam kandungan.

Hal tersebut terjadi saat menjalani perawatan medis di RSUD Sidikalang, Kabupaten Dairi. Terkait hal itu, Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Alfriansyah Ujung mempertanyakan akreditasi paripurna yang dipegang oleh RSUD Sidikalang beberapa waktu lalu.

"Tentu dengan kualitas pelayanan yang seperti ini, kita mempertanyakan akreditasi Paripurna yang diterima oleh RSUD Sidikalang, " Ujarnya kepada Tribun Medan, Senin (16/1/2023) .

Dikatakannya, hal tersebut tidak sejalan dengan jumlah dokter Obgyn di RSUD Sidikalang yang hanya berjumlah 1 orang saja.

"Masa sebuah rumah sakit dengan akreditasi Paripurna, dokter Obgyn nya hanya 1 . Seharusnya minimal 3 dokter spesialis Obgyn yang ada di RSUD Sidikalang " Terangnya.

Dirinya pun menambahkan, pihak RSUD Sidikalang tidak mengindahkan hasil rapat dengar pendapat (RDP) Terkait masalah dugaan pemecatan Dokter Tarmizi Rangkuti secara sepihak.

Padahal, dalam RDP tersebut disepakati bahwa Dokter Tarmizi akan dibekerjakan kembali dengan masa kontrak per triwulan.

"Terkait dengan hasil RDP kemarin saja sampai sekarang belum ada perkembangannya. Padahal sudah disepakati agar Dokter Tarmizi kembali bekerja di RSUD Sidikalang, " sebutnya.

Dirinya pun kemudian meminta kepada Pemerintah Kabupaten Dairi untuk memperbaiki pelayanan yang ada di RSUD Sidikalang sehingga tidak terjadi hal yang serupa.

"Tentunya ini menjadi pelajaran bagi Pemkab Dairi khususnya RSUD Sidikalang, sehingga tidak ada lagi masyarakat Dairi yang menjadi korban selanjutnya, " Tutupnya.

Sebelumnya, pasien, Rahmadayanti boru Ujung (32) mengatakan, dirinya bersama sang suami, Mayahtra simanjorang (36) datang ke RSUD Sidikalang pada hari Sabtu (7/1/2023) malam sekitar pukul 22.30 WIB dengan kondisi sudah pecah ketuban.

"Pada malam minggu itu datang kemari sudah pecah ketuban , karena kata bidan di kampung, alat disana lebih lengkap. Lalu, setiba di rumah sakit, tante saya turun nanya ke perawat ada dokter gak. Katanya ada. Makanya kami rawat disini, " Ujarnya kepada Tribun Medan, Selasa (10/1/2023).

Dirinya mengungkapkan, apabila dari awal disebut tidak ada dokter, maka pasangan suami istri akan bergerak ke rumah sakit yang ada di Kota Kabanjahe Kabupaten Karo.

Setelah diberitahu ada dokter, maka Rahmadayanti kemudian di bawa ke ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) , dan dilakukan pemeriksaan luar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved