Materi Belajar
Pengertian Teks Diskusi dan Struktur Teks Diskusi
Pengertian Teks Diskusi dan Struktur Teks Diskusi akan dibahas pada materi Bahasa Indonesia berikut ini.
Penulis: Rizky Aisyah |
TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN – Pengertian Teks Diskusi dan Struktur Teks Diskusi akan dibahas pada materi Bahasa Indonesia berikut ini.
Pengertian teks diskusi
Teks diskusi adalah penjelasan tentang pendapat atau ide yang disampaikan ketika mendiskusikan suatu masalah. Umumnya, komentar ini ditulis dalam bahasa yang lugas. Hal ini dikarenakan teks diskusi hanya disajikan dalam sesi-sesi diskusi formal (misalnya rapat OSIS, rapat di lingkungan RT, dll).
Apa tujuan dari teks diskusi? Jika Anda mendiskusikannya dengan teman Anda, Anda pasti akan memiliki pendapat yang berbeda. Beberapa orang setuju dengan dan mendukung ide-ide tertentu. Namun, beberapa orang yang menganggap gagasan itu kontradiktif menolaknya.
Teks diskusi memungkinkan anggota kelompok untuk meninjau isu-isu kunci menggunakan argumen yang telah disiapkan. Anggota kelompok juga dapat meyakinkan orang lain dengan menyajikan sudut pandang mereka.
Struktur teks diskusi
Saat mengedit teks diskusi, Anda harus terlebih dahulu memahami strukturnya. Teks diskusi memiliki tiga struktur berikut.
1. Pendahuluan
Pada bagian pendahuluan, penulis dapat memaparkan fenomena masalah yang akan dibahas pada saat diskusi. Misalnya, mengurangi sampah plastik di distrik sekolah. Dengan topik ini, penulis akan menyampaikan garis besar masalah sesuai dengan pokok permasalahan.
2. Isi
Bagian konten memiliki serangkaian argumen. Penulis akan menjelaskan latar belakang dan mencari solusi mengapa topik ini harus diangkat dalam pembahasan. Isi atau rangkaian argument mengandung struktur yang melibatkan pernyataan logis dari berbagai pihak. Argumen yang ada dapat mendukung subjek default dan sebaliknya.
Juga, isi teks diskusi tidak perlu memiliki dua pro dan kontra. Argumentasi bisa jadi cenderung berpihak, karena isu yang diangkat berkaitan dengan fenomena yang dirasakan oleh seluruh anggota diskusi. Misalnya, fenomena plastik yang mencemari lingkungan membutuhkan dukungan semua pihak.
3. Kesimpulan atau Saran
Kesimpulan dari teks diskusi adalah ringkasan dari temuan, rekomendasi, atau saran dari masalah yang dibahas. Kesimpulan dari teks diskusi harus mencakup cara di tengah-tengah masalah. Bagian ini juga akan menjadi bagian akhir dari diskusi, merangkum keseluruhan argumen dari setiap orang yang terlibat dalam diskusi. Poin penting dari kesimpulan teks diskusi adalah:
- Memuat kesimpulan argumen pro dan kontra;
- Menunjukkan peringkat argumen paling efektif;
- Sertakan rekomendasi yang tidak memihak atau bukti perantara tentang masalah yang dibahas.
Contoh: Sampah plastik harus dibuang di tempat sampah khusus untuk memudahkan pengelolaan sampah, konsesi harus membatasi penggunaan plastik sebagai kantong makanan atau minuman, dan menerapkan penggunaan kembali plastik.
Contoh Teks Diskusi Terstruktur
Untuk lebih memahami penyusunan teks diskusi, berikut adalah beberapa contoh teks diskusi dan strukturnya.
1. Contoh teks diskusi tentang pendidikan
Seragam Sekolah, Perlukah Dihapus?
Pendahuluan
Bambang Sudibyo, mantan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), berencana menghapus seragam sekolah. Artinya, siswa SD hingga SMA tidak lagi diwajibkan memakai seragam sekolah. Kami masih menunggu. Akankah rencana itu menjadi kenyataan dan dipatuhi di sekolah? Ingat bahwa seragam sekolah adalah identitas dalam hal tingkat pendidikan dan identitas sekolah.
Isi (Rangkaian argumen)
Penghapusan seragam sekolah dimaksudkan untuk menghilangkan perbedaan antara siswa yang satu dengan yang lainnya. Seorang siswa tidak bisa membanggakan pakaian mewah dan pakaian mencolok sebagai senior di sekolah. Di beberapa sekolah, siswa dihukum karena melanggar kebijakan seragam.
Kebijakan mencopot seragam sekolah juga harus diperhatikan. Namun, kebijakan ini dapat berdampak negatif bagi siswa. Misalnya, akan ada perang untuk memamerkan kekayaan. Siswa dari keluarga kaya akan berpotensi memamerkan pakaian mewah mereka untuk membuat iri siswa lain.
kesimpulan
Penggunaan seragam sekolah berkaitan dengan kedisiplinan. Hal ini karena kedisiplinan di sekolah tidak diajarkan secara formal seperti dalam pendidikan militer, tetapi ditempatkan dalam kerangka pola dan perilaku masyarakat yang lebih luas. Disiplin harus dimulai dari tingkat yang paling dasar, di rumah. Artinya orang tua dan keluarga harus menjadi teladan terdepan bagi siswa untuk disiplin bagi diri sendiri dan orang lain. Disiplin harus dilakukan sebagai tanggung jawab, bukan cuci otak. Disiplin bukanlah formalitas melalui pakaian seragam, karena pakaian seragam bukanlah unsur fundamental dari sistem pendidikan nasional.
(cr30/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pengertian-Teks-Diskusi.jpg)