TRIBUN WIKI

SOSOK Abdon Nababan, Aktivis Berdarah Batak, Penerima Ramon Magsaysay Award 2017

Ia terpilih menjadi Koordinator Program Pendidikan Lingkungan Hidup ”Lintas Alam Ciapus” kerjasama Yayasan Indonesia Hijau (YIH)

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
HO
Abdon Nababan 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Sosok Abdon Nababan dikenal sebagai aktivis yang bergerak di bidang sosial. Pria ini lahir di Huta Pealangge, Siborongborong, Humbang Hasundutan pada tanggal 2 April 1964.

Pendudikan dasar, ia dapatkan di SDN Paniaran, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Humbang Hasundutan lalu melanjutkan ke SMP RK St. Yosef di Lintong ni Huta, Kabupaten Tapanuli Utara. 

Selanjutnya, ia mengecap pendidikan di SMA RK Budi Mulia di Pematang Siantar dan SMAN II Jakarta. Lalu, ia melanjutkan pendidikan di Sarjana Peternakan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) lulus tahun 1987

Pascakuliah, ia terpilih menjadi Koordinator Program Pendidikan Lingkungan Hidup ”Lintas Alam Ciapus” kerjasama Yayasan Indonesia Hijau (YIH) dan Lawalata IPB 1984-1986.

Baca juga: Ferry Irawan Sebut Sosok yang Bikin Hancur Rumah Tangganya, Bantah Aniaya Venna Melinda: Saya Dihina

Ia juga sebagai anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik RepubIik Indonesia (PMKRI) Bogor sejak 1982 dan Anggota Perkumpulan Mahasiswa Pencinta Alam (LAWALATA) IPB Bogor sejak 1982 dan pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua 1985 hingga 1986.

Darah aktivisnya pun terus lestari, itu terbukti ia dipilih sebagai Penyelenggara Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN): Wakil Ketua Pelaksana di KMAN I 1999, Ketua Panitia Pelaksana di KMAN II 2003, Ketua Panitia Pengarah di KMAN III, Penanggung-jawab di KMAN IV 2007 dan KMAN V 2017.  

Selain sebagai Staff Pengelola di Yayasan Mojopahit Mojokerto 1988-1989, ia juga sebagai Koordinator Kelompok Kerja Riset dan Advokasi Kebijakan Kehutanan di Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) merangkap Pimpinan Proyek Peningkatan Kapasitas ORNOP Indonesia  di bidang Investigasi dan Kampanye Hutan, kerjasama program Greenpeace International-WALHI tahun 1990 hingga 1993.

Pada tahun 1993 hingga 1996, ia menjadik Pendiri dan Direktur Program Riset dan Dukungan Komunitas di Yayasan SEJATI lalu terpilih sebagai Direktur Eksekutif di Yayasan Telapak Indonesia (TELAPAK) tahun 1996 hingga 1998.

Ia sebagai pendiri dan Direktur di Forest Watch Indonesia (FWI) 1998–2000 yang kemudian menjadi Sekretaris Pelaksana/Chief Operation Officer di AMAN 1999-2003.

Ketua Umum di Perkumpulan Telapak 2004–2006. Pendiri dan Direktur Utama di PT. Poros Nusantara Utama (PNU) 2006-2007 

Pria sebagai penasehat di Samdhana Instirute 2018 hingga sekarang ini, ternyata pernah menjadi Sekretaris Jenderal/Chief Executive Officer di Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) 2007–2012 dan 2012-2017. 

Ia juga memiliki keterlibatan pada gerakan sosial kemasyarakatan di level nasional.

Ia paparkan beberapa kegiatan yang memperlihatkan keterlibatannya pada gerakan sosial kemasyarakatan tersebut. 

Baca juga: SOSOK Dang Van Lam, Kiper Timnas Vietnam yang Akhirnya Kebobolan di Final Piala AFF 2022

-  Dewan AMAN Nasional (DAMANNAS) mewakili Region Sumatera dan Wakil Ketua 2017-2021, Ketua 2021—sekarang

-  Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Barisan Pemuda Adat Nusantara, Ketua 2009-2016, Ketua Dewan Pembina 2016-2017

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved