Berita Medan

Dibeli Pemprov Sumut, Medan Club Sudah Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya oleh Pemko Medan

Ichwan mengatakan, Medan Club sudah ditetapkan menjadi cagar budaya oleh Pemerintah Kota Medan.

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/RECHTIN
Situs cagar budaya Medan Club di Jalan RS Kartini Medan yang sudah resmi dibeli oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Utara. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sejarawan Ichwan Azhari menanggapi resminya lahan dan bangunan Medan Club oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Utara.

Ichwan mengatakan, Medan Club sudah ditetapkan menjadi cagar budaya oleh Pemerintah Kota Medan.

"Pertama-tama saya mengatakan bahwa bangunan Medan Club itu sudah cagar budaya berdasarkan SK Pemko Medan nomor 433 tahun 2021 diteken pada tanggal 28 Oktober 2021 oleh Wali Kota Bobby Nasution," ujar Ichwan kepada tribun-medan.com, Senin (23/1/2023).

Baca juga: Digugat ke PN Medan Karena Beli Lahan Medan Club, Gubernur Edy Rahmayadi: Suka-suka Dia

Dalam Surat Keputusan (SK) tersebut, Medan Club masuk ke dalam urutan ke 76 dari total sekitar 90 cagar budaya yang ditetapkan.

"Jadi kalau ada orang mengatakan itu bukan cagar budaya atau belum cagar budaya, itu kita bantah," kata Ichwan.

Menurutnya, pembelian Medan Club oleh Pemprov Sumut seharusnya tidak menjadi masalah selama bangunan dan lingkungan di sekeliling Medan Club tidak dirusak.

"Kalau dia sudah ditetapkan sebagai cagar budaya maka dia tunduklah kepada Undang-undang cagar budaya. Tetapi undang-undang cagar budaya itu juga bisa dilanggar, bisa dicari pembenaran macam-macam itu urusan ahli hukumlah.

Tetapi dalam UU cagar budaya jelas tidak boleh merusak, mengganti apapun dari bangunan itu, bahkan sebetulnya bangunan dan lingkungan sekitarnya," katanya.

Ichwan menjelaskan, dengan ditetapkannya Medan Club sebagai situs cagar budaya, maka secara akses harus bisa dilihat keseluruhan dari berbagai arah.

"Kalau dia situs, orang dapat melihatnya secara keseluruhan baik tanah dan bangunannya. Katakanlah Grand Aston itu sudah bukan situs itu, sudah melanggar, karena kan kita sudah tidak bisa lagi melihat dari belakang karena belakangnya.

Sudah diambil untuk keperluan bangunan sehingga orang kehilangan untuk mengakses bangunan itu dari arah belakang," katanya.

Baca juga: Beli Lahan Medan Club, Edy Rahmayadi Digugat Rp 442 Miliar: Suka-suka Dia

Medan Club Bekas Kuil Jepang

Sementara dari segi sejarah, Ichwan mengatakan Medan Club merupakan bukti bekas kependudukan Jepang di Kota Medan pada masa penjajahan Belanda.

Lokasi ini awalnya adalah kuil yang dibangun oleh komunitas Jepang di Medan pada masa sebelum perang dunia ke dua (sekitar abad ke 19).

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved