Breaking News:

Imlek

Makna Jeruk dan Permen yang Dilemparkan Barongsai ke Penonton

Selain dianggap sebagai simbol keberuntungan, buah jeruk juga dimaknai sebagai simbol kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup.

TRIBUN MEDAN/HUSNA FADILLA TARIGAN
Suguhan barongsai pada momen malam Imlek 2023, di Vihara Budhi Dharma, Jl. Bhakti Abri atau Jl. Pekong, Paya Geli, Sunggal, Deli Serdang. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Barongsai adalah salah satu hiburan yang tidak boleh absen dalam perayaan Imlek.

Tarian dengan kostum Singa yang dimainkan oleh dua orang ini, merupakan satu tarian tradisional Tiongkok yang bisa dikatakan sebagai salah satu pertunjukan wajib dalam rangkaian perayaan Imlek.

Nama barongsai hanya dikenal di Indonesia. Kata 'Barong' berasal dari seni tari Bali, barong. 'Sai' berasal dari bahasa Hokkian yang berarti singa. Di negeri asalnya, seni tari ini disebut dengan 'Wu Shi' dan secara internasional dikenal dengan sebutan 'Lion Dance'.

Baca juga: Bayi Diberi Kopi Kemasan hingga BAB 9 Kali Sehari, Sang Ibu Berdalih Susah Cari Susu Formula

Barongsai merupakan salah satu wujud akulturasi budaya Tionghoa dengan Indonesia. Pada tahun 2010, kesenian barongsai telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia.

Menariknya, jika dilihat dari setiap penampilan barongsai ini tak hanya atraksi menakjubkan. Namun, juga ada hal wajib yang unik, seperti pemberian makanan yang dilempar kepada penonton yakni buah jeruk dan permen.

Candra sebagai pengurus grup naga barongsai Maitri Tandam menjelaskan pemberian buah jeruk dan permen ke penonton memiliki makna tersendiri.

Selain dianggap sebagai simbol keberuntungan, buah jeruk juga dimaknai sebagai simbol kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup. Jeruk juga dipercaya dapat menjaga kesehatan dan membawa kemakmuran ke dalam rumah.

Baca juga: Samuel Simbolon Kepergok Polisi saat Bobol ATM BNI di Jalan Jamin Ginting, Begini Kronologinya

Dengan begitu, buah jeruk sering diberikan sebagai hadiah atau ditempatkan di rumah selama perayaan Imlek.

"Makanya dalam perayaan Imlek juga jeruk menjadi hal wajib yang harus ada dirumah," ujar Candra.

Manisan atau permen yang berbahan dasar melon diibaratkan sebagai simbol kesehatan dan juga perkembangan. Jika permen kelapa kering disebut sebagai simbol kesatuan dan juga persahabatan. Sementara permen jeruk disebut sebagai kemakmuran. Sedangkan, permen yang terbuat dari lengkeng disebut sebagai simbol banyak anak.

“Permen itu manis, jadi melambangkan kita akan mendapatkan hal yang baik dan terbaik,” jelasnya.

Pada perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa punya tradisi membagikan beraneka macam buah, terutama jeruk kepada kerabat dan tetangga seperti yang diberikan barongsai kepada penonton.

Dalam tradisi Tionghoa, jeruk sangat penting, apalagi di perayaan Imlek. Jeruk yang masih berdaun dipercaya melambangkan kemakmuran yang selalu tumbuh terus-menerus.

“Buah pisang juga mengartikan hal yang baik dan bagus,” tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved