Materi Belajar
Pantun: Pengertian dan Ciri-ciri, Materi Belajar Bahasa Indonesia Kelas 7
Pengertian pantun dan ciri-ciri pantun akan dibahas pada materi belajar Bahasa Indonesia kelas 7 berikut ini.
Penulis: Rizky Aisyah |
TRIBUN-MEDAN.com.MEDAN – Pengertian pantun dan ciri-ciri pantun akan dibahas pada materi belajar Bahasa Indonesia kelas 7 berikut ini.
Pengertian Pantun
Pantun artinya teratur, tersusun. Karangan yang disusun dengan menggunakan bahasa terikat atau tidak terikat. Jadi, apa itu puisi? Pantun adalah salah satu puisi tua yang bertujuan untuk menyampaikan dan menyampaikan perasaan, saran, larangan, nasihat, kasih sayang, kesopanan, moral dan kritik sosial.
Ciri-ciri Pantun
Tahukah kamu apa yang membedakan pantun dengan karya sastra lainnya? Ya, pantun memiliki ciri khasnya masing-masing.
- Pantun terdiri dari empat baris dalam satu bait,
- Setiap bait memiliki dua garis penutup dan dua garis tubuh. Baris ketiga pantun ada di bait ke-1 dan ke-2, isi pantun ada di bait ke-3 dan ke-4,
- sajak a-b-a-b, dan;
- Berisi 8–12 suku kata per baris.
Sekarang mari kita membedah pantun berdasarkan ciri-ciri pantun yang sudah anda ketahui.
Senyummu menandakan penuh tanya
Hilangnya bahagia dalam tawamu
Selamat bermalam minggu semuanya
Semoga rindu menuai temu
1. Pantun terdiri dari empat baris dalam satu bait.
Dalam karya sastra, garis sering disebut dengan larik. Satu bait memiliki empat baris. Berikut adalah contoh bait dalam puisi.
Senyummu menandakan penuh tanya (baris 1)
Hilangnya bahagia dalam tawamu (baris 2)
Selamat bermalam minggu semuanya (baris 3)
Semoga rindu menuai temu (baris 4)
2. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran
Sampiran membuat pembaca ingin membaca baris ketiga dan keempat dengan pendahuluan yang terdapat pada baris pertama dan kedua.
Senyummu menandakan penuh tanya (sampiran)
Hilangnya bahagia dalam tawamu (sampiran)
3. Baris ketiga dan keempat adalah isinya.
Bagian isi adalah tujuan pantun yang berisi pesan yang ingin disampaikan oleh orang yang membacakan pantun tersebut kepada orang lain. Pantun tersebut memuat berbagai hiburan, pesan moral, pendidikan, dan sindiran. Nah, isi dari pantun itu juga mengandung pesan yang ingin disampaikan sang peramal kepada orang lain.
Selamat bermalam minggu semuanya (isi pantun)
Semoga rindu menuai temu (isi pantun)
4. Bersajak a-b-a-b
Pantun memiliki rima akhir atau pantun a-b-a-b. Rima terakhir adalah bunyi yang dihasilkan pada akhir setiap baris rima. Nah, berikut contoh rima dengan rima a-b-a-b pada contoh rima di atas:
Senyummu menandakan penuh tanya
Hilangnya bahagia dalam tawamu
Selamat bermalam minggu semuanya
Semoga rindu menuai temu
5. Setiap baris terdiri dari 8–12 suku kata.
Setiap baris biasanya berisi setidaknya 8-12 suku kata. Mari kita lihat contohnya!
Se-nyum-mu me-nan-da-kan pe-nuh ta-nya (11 suku kata)
Hi-lang-nya ba-ha-gi-a da-lam ta-wa-mu (12 suku kata)
Se-la-mat ber-ma-lam ming-gu se-mu-a-nya (12 suku kata)
Se-mo-ga rin-du me-nu-ai te-mu (10 suku kata)
(cr30/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ciri-ciri-pantun.jpg)