Pemkab Sergai
Harapan Juri Anugerah Kebudayaan PWI di Hari Pers Nasional 2023
Menjadi juri Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (AK-PWI) Pusat tahun 2023, tak kalah menyenangkan
TRIBUN-MEDAN.COM, JAKARTA - Menjadi juri Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (AK-PWI) Pusat tahun 2023, tak kalah menyenangkan dibanding tahun sebelumnya.
Bertemu dengan Wali Kota Surabaya di awal sampai Wali Kota Medan di akhir, beserta 8 Bupati dan Walikota lain, sungguh pengalaman mengesankan.
Juri tidak saja punya kesempatan bertatap muka, tetapi juga mendapat contoh dan ilustrasi capaian yang ada pada 10 Kota dan Kabupaten yang masuk final kali ini, tak bisa lain kecuali mengapresiasi kinerja Bupati/ Wali Kota yang telah sungguh-sungguh bekerja untuk memajukan daerah masing-masing.
Begitulah kesan Wartawan Senior Ninok Leksono, Rektor Universitas Multi Media Nusantara, yang menjadi salah seorang anggota Tim Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat melalui siaran Pers Dewan Juri AK-PWI Pusat 2023, Sabtu (28/1) kemarin.
Beliau bekerja bersama tim juri yang lain yakni Dosen IKJ dan penari senior DR.Nungki Kusumastuti, Pengamat Kebudayaan dan Seni Rupa Agus Dermawan T, Wartawan Senior dan Ketua PWI Pusat Atal S. Depari, dan Wartawan Senior Yusuf Susilo Hartono (Ketua Pelaksana) yang menggagas dan melaksanakan AK-PWI sejak tahun 2016 sampai sekarang, dalam kapasitasnya sebagai Pengurus PWI Pusat.
" Harapan saya, selain mencerdaskan Kota dan meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi, fokus pembangunan tetap pada peningkatan kesejahteraan warga masyarakat. Satu lagi yang tak kalah penting adalah meningkatkan pemetaan wilayah dan mitigasi bencana, hal ini mengingat pemanasan global semakin menguat dan sering memicu cuaca ekstrem yang banyak menimbulkan bencana khususnya yang bersifat hidrometeorologis," sebut Ninok Leksono yang dikenal luas sebagai pelaku dan pecinta kesenian tradisi Jawa.
Pangan, Sandang dan Papan
Bebeda dengan beberapa tahun sebelumnya, tema AK-PWI 2023 adalah "Inovasi Pangan, Sandang dan Pangan". Dengan memilih salah satun -- dari pangan, sandang dan papan -- tambah Agus Dermawan T, para Bupati dan Wali Kota diberi peluang untuk fokus mengelaborasi program yang direncanakan dan program yang sudah dikerjakan.
"Fokus ini melahirkan rincian penjabaran pada saat presentasi di depan Tim Juri AK-PWI Pusat 2023 dan semua rinci itu secara umum berhasil disampaikan dengan mempesona, saya yakin, pesona ini muncul lantaran tema yang terpilih sesuai dengan passion Kepala Daerah," imbuh Yusuf Susilo.
Bagi penulis buku-buku laris ini, yang mengesankan dirinya adalah, daya tarik semua itu diberangkatkan dari landasan konsepsi budaya lokal dan nasional.
Sehingga pangan misalnya, dibudidayakan dengan dasar-dasar kearifan setempat, dengan ditandai ragam kemasan yang artistik dan bercitra seni lokal.
Sandang dikembangkan segala aspeknya dengan visi tradisional, meski dengan sentuhan masa kini. Sehingga motif klasik dipertahankan, motif baru sekaligus diasimilasikan.
"Sementara papan dibangun dengan pendekatan dan semangat tradisi gotong royong yang liat, dan diwujudkan dalam bentuk arsitektur/interior yang tak lari dari gaya papan masyarakat, dengan tema spesifik itu, tampilan Bupati/Wali Kota kali ini terasa ramai dan berwarna-warni, sungguh menyenangkan hati," imbuh Yusuf Susilo Hartono.
Trofi Abyakta Di Depan Presiden
Setelah melewati babak pendaftaran sejak Agustus 2022 lalu, babak seleksi admistrasi (proposal dan video), babak presentasi di depan Tim Juri, akhirnya terpilih 10 Bupati/Wali Kota, yang mengangkat soal pangan yakni Bupati Malang (Jatim) HM Sanusi, Bupati Serdang Bedagai (Sumut) H Darma Wijaya, Bupati Kuningan (Jabar) Acep Purnama, Bupati Indragiri Hilir (Riau) HM Wardan, Bupati Agam (Sumatera Barat) Andri Warman, Bupati Halmahera Selatan (Maluku Utara) Usman Sidik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ujejejkkkk.jpg)