Modal Perbankan Bawa Durian Medan Naik Kelas
Durian awalnya adalah bisnis musiman. Namun kini sudah bertransformasi menjadi kuliner yang tersedia setiap harinya
Terpisah Ketua UMKM Sumatera Utara, Ujianna Sianturi menjelaskan bahwa banyak UMKM di Sumatera Utara ini yang terbantu dengan program-program perbankan, terutama di era pandemi yang membatasi orang-orang berinteraksi terutama program digitalisasi di perbankan.
Para UMKM terbantu mulai dari mendapatkan modal yang kini serba online dan juga saat pelanggan mereka melakukan transaksi jual beli produk yang dijualnya seperti dari mobile banking dan Qris.
Di awal, program digitalisasi perbankan sulit bagi UMKM, namun pandemi covid 19 membuat mereka semakin cepat belajar dan mampu memanfaatkan teknologi digital. Bahkan kini banyak UMKM di Sumut yang 100 persen berjualannya secara online.
"Modal perbankan sangat membantu UMKM. Terutama Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ada dari Bank Sumut, Bank BRI, Bank BNI, Mandiri, dan Permata Bank. Cerita manis UMKM berkembang berkat bantuan kredit bukan cuma dialami Ucok Durian. Banyak yang bernasib serupa," ujarnya Selasa (24/1/2023).
Meski banyak UMKM terbantu modal perbankan, Ujianna tak menampik masih ada UMKM yang belum tersentuh modal perbankan. Untuk itu dia meminta kiranya UMKM terkendala modal, supaya menghubungi asosiasinya karena hal tersebut adalah salah satu tugasnya. Tak melulu soal permodalan. Mereka juga membantu UMKM mencari pasar dengan harga jual yang kompetitif.
"Saya sudah bertahun-tahun mengekspor komoditas yang diproduksi UMKM. Dari pengalaman, saya mendapatkan celah untuk meningkatkan kesejahteraan UMKM, salah satunya dengan memperjuangkan komoditas dalam program fair trade. Program fair trade membantu UMKM mendapatkan harga yang lebih mahal dari harga biasanya," ujarnya.
Kredit Perbankan Terbantu Online
Terkait dengan modal atau kredit Bank Mandiri ke UMKM, Regional CEO I/Sumatera 1 Lourentius Aris Budiyanto mengatakan tak hanya bisnis durian yang terbantu dari kredit yang mereka salurkan. Total hingga Desember 2022 mereka sudah memberikan kredit kepada 47.398 UMKM dengan portofolio sebesar Rp. 3,3 T.
“Setiap pemberian modal atau kredit ke UMKM pada dasarnya adalah sama dikarenakan mengacu kepada prinsip dasar pemberian kredit yaitu prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Condition dan Collateral),” ujarnya, Selasa (24/1/2023).
Kata Aris saat memberikan kredit ke UMKM Mandiri sudah memberikan layanan serba digital melalui Digital Kredit UMKM (DigiKu) dengan fitur menarik seperti tanpa agunan, suku bunga bersaing, proses kredit cepat dan mudah.
“Persyaratan dokumen sederhana yaitu KTP dan Foto Selfie saja, bahkan para UMKM tidak perlu datang ke cabang," ujar Regional CEO I/Sumatera 1 Lourentius Aris Budiyanto.
Tak hanya itu, Bank Mandiri juga mempunyai layanan digital yaitu Livin' by mandiri yang menyediakan data tabungan dan pinjaman sehingga nasabah juga dapat memantau perkembangan dana dan pinjaman.
Pascapandemi Covid-19, debitur Bank Mandiri sudah banya yang beralih dari metode penjualan offline ke Digital seperti melalui media sosial, e-commerce, dan sebagainya. Oleh karena itu, transaksi UMKM dengan pelanggannya pun semakin terbantu melalui aplikasi layanan Digital Bank Mandiri seperti Livin' by mandiri, Qris dan Agen Mandiri.
Hal senada juga disampaikan Pemimpin Risiko Kredit Usaha Kecil BNI Medan, Endang Panjaitan. Menurutnya BNI memang selalu jeli melihat peluang membesarkan bisnis UMKM di Sumatera Utara, seperti Ucok Durian.
"Tak hanya Ucok Durian. Banyak UMKM mitra BNI yang bisnisnya juga maju. Ucok Durian hanya salah satunya. Mengembangkan bisnis UMKM memang menjadi salah satu tugas yang kami emban, dan puji Tuhan tugas ini berjalan baik," ujar Endang, Selasa (24/1/2023).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tren-baru-durian-bakar-1.jpg)