Breaking News

Sumut Terkini

Jalur Lintas Medan-Berastagi Sering Macet Parah, Penjual Sayur dari Berastagi Merugi

Selain jalur utama suplai sayur dan buah, jalan ini juga merupakan akses penghubung antar kabupaten hingga provinsi.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
HO
Antrean kendaraan yang terjebak macet di kawasan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang belum lama ini. Belakangan ini, jalur Jalan Jamin Ginting sering terjadi kemacetan yang berdampak pada meruginya pengusaha sayur dari Berastagi. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Jalur utama penghubung dari Kota Medan menuju Berastagi Kabupaten Karo, sering kali mengalami kemacetan.

Tak hanya dikarenakan banyaknya volume kendaraan yang melintas, tak jarang kemacetan ini juga disebabkan kondisi jalan yang dianggap kurang memadai.

Pasalnya, dari beberapa kali macet terjadi di Jalan Jamin Ginting ini membuat antrean kendaraan yang cukup panjang. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat yang akan menuju maupun dari Berastagi ke Kota Medan terkendala.

Salah satu kelompok masyarakat yang cukup terdampak, ialah dari kalangan pedagang sayur mayur yang membawa pasokan dari Berastagi ke Kota Medan.

Baca juga: INFO Terkini Lalulintas di Jalur Medan-Berastagi, Masih Padat dan Macet

Macet yang tidak mengenal waktu ini, tak jarang kendaraan pedagang yang membawa sayur ikut terhenti.

Salah satu pengusaha sayur mayur P Ginting, mengungkapkan dengan seringnya macet di Jalan Jamin Ginting sudah cukup membawa dampak pada usaha masyarakat.

Dirinya mengatakan, selain karena volume kendaraan dan kecelakaan macet ini kerap kali terjadi karena disebabkan kondisi jalan yang rusak di beberapa titiknya.

"Jalannya banyak yang rusak, tapi sampai sekarang masih belum ada perhatian dari pemerintah. Sudah jelas jalan rusak bikin jalan harus pelan jadi macet, belum lagi kalau ada kecelakaan," Ujar Ginting, Rabu (22/2/2023).

Dijelaskan Ginting, akibat dari kondisi jalan yang sering macet ia dan juga pengusaha sayur lainnya tak jarang harus menelan pil pahit. Pasalnya, barang dagangan berupa sayur mayur yang dikirim ke Kota Medan harus terbuang karena kondisinya yang sudah tidak layak jual.

"Saya kan bawa sayur dari Berastagi ke Medan setiap hari, karena kemacetan kemarin semua sayur harus dibuang karena sudah enggak layak jual lagi, sudah busuk," Ucapnya.

Dirinya mengaku, akibat kondisi ini ia harus merugi hingga puluhan juta rupiah. Seperti diketahui, para pegangan yang membawa dan mengirimkan sayur dari Berastagi ke Kota Medan pasti partai besar karena memasok sayur ke pasar-pasar tradisional.

Dirinya berharap, kepada pemerintah khusunya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar berupaya untuk mencarikan solusi akan permasalahan kemacetan yang sering kali terjadi ini.

Selain jalur utama suplai sayur dan buah, jalan ini juga merupakan akses penghubung antar kabupaten hingga provinsi.

"Jadi harapan saya kepada Gubernur Sumatera Utara supaya secepatnya memperbaiki kondisi jalan Jamin Ginting, karena jalan tersebut salah satu akses utama ke Kota Medan untuk menjual sayuran petani dari Kabupaten Karo," ucap Pirman.

Diketahui, jalan yang rusak memiliki peran besar terjadinya kemacetan di jalan Jamin Ginting.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved