Termasuk Soal Perasaan Adik Brigadir J, Ini 4 Alasan Bharada E Lebih Baik Tak Kembali Jadi Polisi
Apalagi jika kembali ke Polri, tidak jaminan Bharada E akan aman. Inilah 4 alasan kenapa Bharada E lebih baik tidak kembali ke Polri.
"Menurut saya sebaiknya Polri tidak mempertahankan Eliezer. Tapi lebih baik lagi kalau Eliezer memilih untuk merelakan kariernya sebagai polisi," tandas Soleman.
3. Profesionalitas Polri Dipertanyakan
Di sisi lain, peneliti bidang kepolisan dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto menilai Polri bisa dianggap tutup mata terhadap pelaku kejahatan di instansinya jika masih memberi kesempatan Richard kembali menjadi polisi.
"Bila tidak dilakukan PTDH (pemberhentian dengan tidak hormat) artinya Polri sebagai organisasi penegak hukum akan dianggap permisif pada tindak pelanggaran hukum oleh anggotanya," kata Bambang, Rabu (15/2/2023).
Jika ingin Polri berbenah, Bambang menilai Richard harus merelakan karirnya sebagai polisi.
"Kita ingin membangun polisi yang profesional atau tidak? Kalau taat pada pimpinan untuk melakukan hal yang salah diampuni, artinya kita permisif pada pelanggaran dan jauh dari semangat membangun polisi profesional," ujarnya.
4. Pelaku Kejahatan Tak Bisa Kembali Jadi Polisi
Bambang pun mengurai bahwa pelaku tindak pidana tak boleh kembali menjadi Polri.
“Merujuk pada PP Nomor 1 Tahun 2003, peluang kembali menjadi anggota Polri maupun PNS Polri untuk seorang anggota yang sudah divonis pidana itu sudah tertutup,” kata Bambang pada Sabtu (18/2/2023), dikutip dari Warta Kota.
Dia juga berharap agar masyarakat dapat membedakan antara simpati dan upaya perbaikan Polri.
“Publik harus bisa membedakan empati pada Eliezer sebagai manusia dengan upaya perbaikan institusi Polri,” tandas dia.
Adapun orang tua Brigadir J, Rosti Simanjuntak menangis saat menanggapi peluang Richard kembali jadi polisi.
Ia hanya berdoa agar Richard benar-benar bertaubat.
"Untuk (Richard Eliezer) jadi anak jangan mudah tergiur dengan segala iming-iming atasan karena jabatan atau apapun itu yang bisa menyesatkan hidup dia," tutur Rosti, mengutip Tribun Jakarta.
"Eliezer sudah datang dan sujud di hadapan kami dari awal persidangan, semoga kata jujurnya bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan," pungkas Rosti.
(*/ Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/reza-bharadae-tribunmedan.jpg)