Berita Viral
Titik Terang Kasus Penganiayaan Anak Pengurus GP Ansor, Mario Dandy Akui Nyesal Hajar David
Pelaku penganiayaan terhadap anak pengurus GP Ansor, Mario Dandy Satriyo (20), mengaku menyesal atas perbuatannya.
TRIBUN-MEDAN.com - Pelaku penganiayaan terhadap anak pengurus GP Ansor, Mario Dandy Satriyo (20), mengaku menyesal atas perbuatannya.
Saat mengakui kesalahannya, polisi menyebut Mario juga menunjukkan ekspresi menyesal.
"Pas kemarin aku tanya, kamu nyesel? Ya nyesel lah Bu," ujar Nurma kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi.
Nurma menyampaikan, Mario Dandy memperlihatkan raut wajah menyesal saat menyampaikan kalimat tersebut.
"Raut mukanya juga keliatan kalau nyesal," katanya.
Meski begitu, Mario Dandy Satriyo tidak membeberkan alasan melakukan penganiayaan David hingga koma.
Ia hanya menjawab singkat saat ditanya Nurma Dewi soal alasannya menganiaya David.
"Iya nyesal. 'Kenapa bisa begitu sih?', saya gituin. Dia bilang, 'Ya gitu lah', gitu doang," ungkapnya.
Meski menyesali perbuatannya, Mario Dandy disebut belum ada upaya berdamai dengan pihak korban.
Karena itu, Nurma mengatakan belum ada upaya restorative justice dalam kasus penganiayaan terhadap David.
"Belum ada mengarah ke situ (perdamaian)," ucapnya.
Menyadari Perbuatannya Salah
Dolfie Rompas, kuasa hukum Mario Dandy menyampaikan, kliennya telah meminta maaf atas perbuatan penganiayaan itu.
"Dari kemarin-kemarin tentunya dia sudah menyadari (kesalahan), sudah menyampaikan (permintaan maaf), kan dia tidak bisa ketemu ya (dengan korban)," kata Dolfie kepada wartawan di Polres Metro Jakarta Selatan, Sabtu (25/2/2023).
Permintaan maaf itu, kata Dolfie, juga disampaikan Mario Dandy pada orang tua dan keluarga korban.
"Wajar lah harus menyampaikan minta maaf, tapi kan tidak bisa ketemu dengan korban kan beliau masih dalam proses hukum," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Inilah-sosok-Mario-Dandy-Satriyo-anak-Kepala-Bagian-Umum-Kanwil-DJP-Jaksel-II.jpg)