F1H20
Sandiaga Uno Optimis Perhelatan F1H20 Berikan Kebangkitan Ekonomi Pariwisata Danau Toba
Sandiaga memberikan apresiasi terhadap masyarakat Sumut yang telah memberikan keramahan serta hospitality sebagai tuan rumah di ajang F1H20
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno optimis Perhelatan Internasional Formula One Power Boat atau F1H20 akan mendatangkan kebangkitan ekonomi kreatif di Danau Toba.
"Sebagai ajang pembuka pertama, saya menyatakan optimis bawa ini adalah ajang yang berhasil mendatangkan nilai ekonomi dan pariwisata serta ekonomi kreatif di kawasan Danau Toba," ujarnya pada acara rutin The Weekly Brief With Sandi Uno yang digelar secara virtual pada Senin (28/2/2023).
Dikatakannya, kegiatan yang telah sukses dilaksanakan tersebut menunjukkan bahwa Danau Toba cocok untuk menjadi tempat diselenggarakannya event-event Internasional, sekaligus membuka mata banyak pihak yang meragukan Danau Toba sebagai salah satu destinasi super prioritas.
"Alhamdulillah sukses kita menyelenggarakan F1H20 di Danau Toba Dan saya memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan event ini ," ucapnya.
Selain itu, Sandiaga juga memberikan apresiasi terhadap masyarakat Sumatera Utara yang telah memberikan keramahan serta hospitality sebagai tuan rumah di ajang F1H20.
Dia juga menyampaikan, penerimaan para pengunjung dan masyarakat sangat tinggi dengan antisipasi di atas dua kalimat dari target Rp 25.000 pengunjung.

Sementara itu, untuk target yang diperkirakan mencapai Rp 300 miliar, Sandiaga optimis akan melampaui target tesebut.
Hal itu terlihat dari meningkatnya pergerakan penumpang pada kegiatan F1H20 di bandara Silangit dan bandara Kualanamu.
Adapun wisatawan yang mendarat di Bandara Udara Silangit meningkat hingga mencapai 40 persen dan di bandara Kualanamu meningkat mencapai 83 persen jika dibandingkan pada Februari 2022 year-on-year (yoy).
"Ini bekal kami terhadap target 1,2 miliar sampai 1,4 miliar pergerakan-pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dan 7,4 juta masuknya wisatawan mancanegara (wisman)," Imbuhnya.
Meski kegiatan ini telah diselenggarakan dengan sukses, namun terdapat beberapa catatan yang harus diperbaiki kedepannya seperti akses infrastruktur, kesiapan toilet, maupun akses bagi disabilitas.
Dia berharap, Indonesia dapat terus membawa kegiatan bertaraf Internasional ke destinasi pariwisata super prioritas di Indonesia.
(cr10/tribun-medan.com)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.