Berita Viral
VIRAL Peneliti Jerman Riset tentang Kuntilanak, Asalnya Disebut dari Hal Ini
Belum lama ini, seorang pengamat politik dan juga seorang antropolog di Jerman, Timo Duile, meneliti tentang mitos kuntilanak di Pontianak, Kalimantan
Perubahan sosial terkait hal itu yang menurut Timo Duile merupakan hal yang sangat menarik baginya.
"Misalnya konsep bahwa ada ‘penunggu‘, bahwa ada roh atau makhluk halus yang tinggal misalnya di pohon, di batu besar, di sumber air, sering sekali ada kisah semacam itu di Kalimantan dan juga di tempat lain."
"Dalam paham animisme, biasanya orang di suatu tempat ‘bisa punya hubungan dengan roh itu', secara ritual, atau bisa berkomunikasi melalui mimpi," demikian dijelaskan Timo.
Pengamat politik dan juga seorang antropolog Jerman, Timo Duile.(DOK TIMO DUILE via DW INDONESIA)
Jadi bagian dari masyarakat lalu terusir
Makhluk halus itu menurut Timo dianggap sebagai manusia yang tidak bisa dilihat.
Tapi, selama masyarakat memiliki hubungan baik saat ritual dengan makhluk halus, dan mereka punya hubungan baik dengan makhluk halus, maka makhluk halus tersebut bisa dianggap sebagai orang yang membantu untuk melawan penyakit pada tumbuhan-tumbuhan misalnya, papar Timo Duile lebih lanjut.
"Maksud saya, dalam animisme hubungan dengan makhluk halus sangat kompleks, pada dasarnya mereka dilihat sebagai entitas sosial yang punya masyarakat dalam dunia makhluk halus dan punya hubungan dengan masyarakat manusia, itu sebuah masyarakat besar."
"Tapi dalam mitos kuntilanak, makhluk halus itu diusir oleh masyarakat manusia, sehingga ada perubahan hubungan atau perubahan sosial,” tambahnya.
"Hubungannya jadi berubah. Sangat berubah. Sebenarnya manusia juga mendapatkan kebebasan, selama kuntilanak jauh, manusia tidak takut lagi bahwa penunggu atau hantu itu mengganggu."
"Di sisi lain, hal itu juga membuat kuntilanak dipandang jadi hantu yang kejam, berbahaya, yang harus ditakuti manusia di wilayah yang sungguh dianggap "berada”, dan belajar untuk takut dengan hantu."
"Karena hantu itu sekarang jadi hantu yang tidak bisa dikontrol lagi dengan ritual atau ahli. Jadi hantu itu harus diusir. Dia bukan lagi dianggap bagian dari masyarakat," papar Timo Duile.
Bagi Syahraini, warga Pontianak, ia hanya menganggap kuntilanak hanyalah mitos semata.
Tapi ia mengakui kisah kuntilanak itu melekat di kotanya.
Wartawan Pontianak Post ini juga sangat kenal dengan cerita rakyat bagaimana asal usul pendiri Pontianak dulu sering diganggu kuntilanak dalam perjalanannya.
"Sampai saat ini belum ada penampakan yang pernah aku lihat. Mungkin indera keenamku tidak tajam. Jadi bersyukur sekali saya tak pernah lihat," ujar Syahraini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kuntilanak-hantu-misteri-penampakan_20160215_132600.jpg)