Berita Viral
Kasus Anggota TNI Bawa Sangkur Ancam Pengemudi Mobil Berakhir Damai, Kapendam Sebut Salah Paham
Pria yang mengenakan seragam TNI mengancam pengemudi mobil di pinggir jalan heboh di media sosial.
TRIBUN-MEDAN.com - Anggota TNI yang mengeluarkan sangkur dan mengancam pengemudi mobil sudah berakhir damai. Pria yang mengenakan seragam TNI mengancam pengemudi mobil di pinggir jalan heboh di media sosial.
Menanggapi itu, Kapendam IV/Diponegoro, Kolonel Inf Bambang Hermanto memberikan tanggapannya soal video viral yang memperlihatkan oknum anggota TNI AD yang terlibat adu mulut dengan pengendara lain beberapa waktu yang lalu.
Kapendam IV mengatakan perselisihan yang terjadi antara oknum TNI AD dan pengendara mobil Toyota Sienta silver berinisial NH tersebut merupakan salah paham.
Diketahui oknum TNI AD tersebut berinisial ES yang merupakan prajurit Kodim 0733/KS.
Adu mulut keduanya terjadi di JL. MH. Thamrin Kota Semarang pada Jum'at (3/3/2023).
Kejadian tersebut bermula dari kendaraan mobil Toyota Sienta silver dengan Nopol H 1531 HS memepet Honda Freed dengan Nopol B 1155 JA yang dikendarai oleh oknum anggota TNI inisial ES.
"Menurut oknum anggota ketika dimintai keterangan awal, menyatakan bahwa kendaraan Toyota Sienta tersebut terus menghalanginya saat berada di sepanjang Jl. Gajah Mada sampai belok ke kiri menuju Jl. MH. Thamrin Kota Semarang," ujar Bambang, ketika dihubungi melalui WhatsApp, Minggu (5/3/2023).
Kemudian ketika sampai di traffic light Jl. MH. Thamrin, oknum TNI tersebut menghampiri dan menegur NH.
Karena keduanya merasa benar, terjadilah adu mulut yang membuat ES terprovokasi dan emosi.
ES lalu kembali ke mobilnya untuk mengambil sangkur yang merupakan kelengkapan baju dinasnya.
Bambang Hermanto, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut murni karena salah paham.
Dia menambahkan, Pimpinan TNI/TNI AD berkomitmen untuk menegakkan aturan hukum yang berlaku.
Satuan dimana oknum anggota ES berdinas akan melaksanakan dan tindakan sesuai prosudur hukum dalam menangani permasalahan yang terjadi.
Pihak Satuan Kodim 0733/KS telah mengambil langkah diantaranya telah meminta keterangan terhadap oknum anggota ES serta telah berkoordinasi dengan intansi terkait untuk mendapatkan alat bukti lainnya.
Kapendam IV menambahkan, bahwa sebagai warga negara punya hak yang sama, termasuk di jalan raya.
"Saling menghormati dan menghargai sesama pengguna jalan raya agar tercipta keamanan dan kenyamanan di jalan," ujarnya.
Hingga berita ini dikeluarkan, kedua belah pihak telah selesai dimediasi dan saling memaafkan, mereka bersepakat untuk tidak melanjutkan ke ranah hukum.

Kronologi Anggota TNI Ancam Pengemudi Mobil
Kapendam IV/Diponegoro, Kolonel Inf Bambang Hermanto menegaskan, kejadian soal oknum anggota TNI yang ngamuk dan memaki pengendara lainnya di jalanan Kota Semarang, murni karena salah paham.
Hal tersebut diungkap Bambang saat dikonfirmasi oleh Tribunnews pada Minggu (5/3/2023).
Kejadian tersebut terjadi pada Jumat, (3/3/2023) sekitar pukul 06.45 WIB.
Adapun kronologi peristiwanya bermula saat kendaraan mobil Toyota Sienta silver dengan Nopol H 1531 HS yang dikendarai oleh seorang laki-laki, NH (51), memepet mobil Honda Freed B 1155 JA yang dikendarai oknum anggota Kodim 0733/KS inisial ES, di Jalan Gajah Mada, Kota Semarang.
Kendaraan Toyota Sienta tersebut disebut terus menghalanginya saat berada di sepanjang jalan.
Bahkan sampai dengan belok ke kiri menuju Jalan MH. Thamrin.
Karena, merasa jalannya terganggu dan pengendara mobil Toyota Sienta kurang memperhatikan keselamatan pengendara lain di jalan raya, akhirnya ES berniat untuk memberikan peringatan kepada NH.
Sesampainya di traffic light Jalan MH. Thamrin, ES menghentikan mobilnya lalu menghampiri dan menegur NH.
Pada saat itu terjadilah cekcok mulut karena keduanya sama-sama merasa benar.
ES pun merasa terprovokasi dan naik pitam lalu mengambil sangkur di mobilnya.
Adapun sangkur tersebut merupakan kelengkapan baju dinasnya (PDL).
Pada saat terjadi cekcok tersebut, ternyata ada pengendara di belakang mobil NH yang mengambil video dan selanjutnya di-upload di media sosial.
Baca juga: Jamin Keamanan Proyek Strategis Nasional, Kehadiran TNI AD Bantu Kebakaran Plumpang Diapresiasi
Peristiwa ini pun viral hingga akhirnya direspons oleh berbagai pihak, termasuk Kapendam IV.
Hingga akhirnya Kolonel Inf Bambang mengambil langkah untuk meminta keterangan kedua belah pihak.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan intansi terkait untuk mendapatkan alat bukti lainnya.
Sementara itu, satuan Kodim 0733/KS juga akan mempertemukan NH dengan ES untuk mediasi.
Ini sesuai dengan komitmen Pimpinan TNI/TNI AD dalam menegakkan aturan hukum yang berlaku.
ES pun akan ditindak sesuai prosedur hukum secara profesional dan proporsional.
Kapendam Kolonel Inf Bambang pun menegaskan, bahwa sebagai warga negara, semua masyarakat punya hak yang sama di jalan raya.
Hak memakai jalan raya, hak merasa aman di jalan raya, dan hak merasa nyaman di jalan raya.
"Mari kita saling mengingatkan sesama pengguna jalan raya agar berperilaku baik saat berkendara serta mematuhi peraturan lalu-lintas yang berlaku."
"Saling menghormati dan menghargai sesama pengguna jalan raya agar tercipta keamanan dan kenyamanan di jalan," tegas Kolonel Inf Bambang.
Informasi terbaru, kedua belah pihak telah selesai dimediasi.
Keduanya sepakat diselesaikan secara kekeluargaan dan saling memaafkan serta melakukan kesepakatan untuk tidak melanjutkan ke ranah hukum.
Baca juga: Dosen Poltekkes Diduga Diculik Mahasiswa Sendiri, Korban Dianiaya 7 Pelaku, Motif Masih Didalami
Baca juga: Dosen Poltekkes Diduga Diculik Mahasiswa Sendiri, Korban Dianiaya 7 Pelaku, Motif Masih Didalami
(*)
Berita sudah tayang di tribunnews.com
Anggota TNI yang mengeluarkan sangkur dan menganca
Anggota TNI yang mengeluarkan sangkur
ancam pengemudi mobil sudah berakhir damai
Kolonel Inf Bambang Hermanto
Tribun-medan.com
Kapendam IV/Diponegoro
MAKASSAR MEMBARA, Mobil dan Motor di Gedung DPRD Dibakar, Massa Merangsek ke Ruang Rapat Paripurna |
![]() |
---|
UPDATE Massa Bakar Halte di Depan Polda Metro Jaya, Api Berkobar Besar |
![]() |
---|
MENCEKAM Aksi di Kawasan Gedung DPR RI Jumat Malam, Massa Bakar Gerbang Tol Pejompongan |
![]() |
---|
Jerome Polin Ngaku Tolak Tawaran Jadi Buzzer Kampanye Damai Meski Dibayar Rp 150 Juta |
![]() |
---|
BURUH Kesal Gaji Kecil Tapi Masih Kena Pajak, Minta Pajak Cuma Dikenakan ke Gaji di Atas Rp 10 Juta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.